Minggu, 22 Januari 2012

Ilmu Kunci Kesuksesan Masa Depan

Ilmu adalah salah satu makanan pokok manusia yang harus dikomsumsi setiap hari, ilmu merupakan kebutuhan hidup yang menjadi kunci utama manusia agar bisa menggapai sebuah kesuksesan dalam segala bidang. Tanpa ilmu manusia hina, dan tanpa ilmu manusia tidak bisa beribawah. Kerena hanya dengan ilmu derajat seseorang bisa terangkat, dan hanya dengan ilmu keinginan kita bisa tercapai.


  Ilmu menjadi penentu kehidupan manusia, lebih-lebih dizaman yang serba canggih dan moderent ini, ilmu akan menjadi pemeran utama dalam perjalanan hidup manusia, karena keberhasilan seseorang akan terlihat jika mempunyai ilmu yang tinggi dan bisa dibanggakan oleh semua orang. Karena, 99 persen yang menetukan kesuksesan manusia adalah ilmu yang mereka miliki.


Rosululloh solollohu alaihi wasallam bersabda: “carilah ilmu walau kenegri cina.” Dari sabda nabi ini, seharusnya kita sudah  bisa memprediksi betapa pentingnya mencari dan mempunyai ilmu. Dan ilmu itu akan kita dapatkan dengan cara belajar tanpa mengenal usia. Dalam arti kita mencari ilmu jangan putus ditengah jalan, selama ada waktu dan kesempatan jangan sampai kita lalai dalam menggunakannya. Karena banyak para remaja, yang belajarnya hanya putus dari SD. Padahal untuk menggapai ilmu yang sempurna kita harus bisa sekolah yang lebih tinggi, minim untuk zaman sekarang ini remaja mempunyai ijazah S1. Mengingat masa depan bangsa yang akan dipikul oleh para remaja. Lebih baik jualan koran sambil sekolah dari pada nongkrong dipinggir jalan dengan membanggakan kebodohan.


Orang bijak berkata: “berpikirlah diwaktu pagi, bekerjalah diwaktu siang, makanlah diwaktu sore dan tidurlah diwaktu malam.” Yang dimaksud dengan “ berpikir diwaktu pagi “, adalah, masa muda merupakan tempat yang paling ideal untuk mencari ilmu sebanyak dan setinggi mingkin. Jangan hanya tamat SD langsung berhenti, karena 95 persen ilmu itu bisa diperoleh dengan sekolah yang tinggi, dan yang 5 persen ada sebagian orang yang belajar dengan kelebihan mereka sendiri. “ Bekerjalah diwaktu siang “ merupakan sesuatu perkataan yang ditafsirkan, bahwa setelah kita mendapat ilmu, barulah kita mengamalkan dan menjadikan ilmu itu sebagai alat kita bekerja. “ Makan diwaktu  sore“ adalah, menuai keberhasilan diwaktu tua, tanpa harus terlunta-lunta dan bergantung pada orang lain. “ Tidur diwaktu malam ” merupakan kematian yang sempurna dan tenang berkat ilmu yang telah kita amalkan. Jadi alangkah pentingnya kita belajar keperguruan tinggi walau cara kita mebiayai dengan menjual koran. Saiapa tau setelah menjual koran kita mempunyai lestoran. 


Jika salah satu dari kita ditanya, kenapa susah-susah kuliah, padahal kuliah itu tidak menghabiskan uang yang sedikit.? Dan apa tujuanmu kuliah? Maka jawablah dengan senyuman manis dan berkatalah, bahwa uang yang kita keluarkan merupakan tabungan dimasa tua, dan ilmu merupakan makanan pokok yang harus dikomsumsi setiap hari. Dan disamping itu, untuk memperjuangkan agama, kita harus memiliki ilmu yang bisa diandalkan dan tidak ketinggalan oleh perkembangan tenologi yang semakin canggih. Dan untuk menghadapi perubahan zaman ini, paling tidak kita harus mempunyai ijazah S1, mengingat ijazah menjadi kunci utama dalam pendidikan. Dan kalau Alloh masih memberi kesempatan, bukan hanya S1 lo..yang akan kita arungi, S2,3 dan 4 akan kita lewati. karena kita yakin, semakin tinggi sekolah kita semakin banyak pula ilmu kita, dan semakin besar pula kesuksesan kita.

Maafkan Aku



Ya.... Alloh hari ini hamba bingung harus berbuat apa...? sekrang hamba berada dalam dua pilihan yang sangat sulit hamba putuskan, aku telah menghianati kekasihku ayng amat aku cintai.

Ya.... Alloh pantaskah hamba mendapatkan dia yang aku sayangi...? pantaskah hamba mendapatkan dia yang telah aku hianati...? sedangkan selama ini hanya penderitaan yang aku berikan...! ya.. Alloh kini semuanya amat sulit untuk aku perbaiki...!


Cerai berai, hancur berantakan, musnah sirna ditelan kepalsuan... penghianatan membut diriku berada dalam lautan penderitaan, terombang ambing bagai busa lautan sirna ditepian...

Kini hanya pilu yang ada dalam hati, kebahagiaan penantian kini sirna oleh penghianatan. Bulanpun hilang ditelan awan hitam, bintang tidak lagi bersinar terang, kupu-kupu tadik lagi mau datang, mereka terbang menjauh melihat penghianatan yang amat dalam...

Ya... Alloh... sungguh kini hanya penyesalan yang ada dalam hati..
ya Alloh berilah petunjuk untuk menebus semua kesalahan ini... ya Alloh jangan jadikan hamba orang yang suka berhianat, karena hamba ingin selalu berada dalam naunganmu... karena tidak ada naungan yang bisa untuk berteduh, kecuali naunganMu.....!

Perumpamaan Nasehat

Perumpamaan orang yang menasehati adalah perumpamaan perjalanan antara aku dan engkau.Tujuan kita sama,sebuah tempat yang indah,yang belum pernah kita bayangkan keindahannya.Tapi perjalanan menuju tempat itu tidak mudah,sulit sekali dan mendaki,dan sedikit sekali yang mau menempuhnya.Bekal kita hanya petunjuk yang diberikan kepada kita,tanpa petunjuk itu kita tidak bisa mencapai tujuan,bahkan mungkin tersesat menuju jalan yang lain atau terjatuh ke jurang yang terdapat di kiri kanan jalan.
Tapi kawan,kadang aku tersesat,aku menempuh jalan yang berbeda dengan petunjuk yang diberikan.Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.
Tapi kawan,setelah sekian lama perjalanan,aku menjadi capek dan jenuh.Kulihat banyak fatamorgana yang seolah memanggil-manggil aku untuk memasukinya.” Kemari wahai musafir,aku mempunyai jalan pintas menuju ke tempat yang engkau tuju.” Aku tidak tahu wahai kawan,bahwa jalan penuh fatamorgana itu termasuk jalan yang diperingatkan oleh petunjuk agar jangan memasukinya. Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.
Tapi kawan,setelah di perjalanan kita mendapatkan teman,sikapku mulai berubah kepadamu.Aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang salah,yang berbeda dengan yang ada di petunjuk,aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang penuh fatamorgana itu.
Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.
Tapi kawan,aku merasa engkau terlalu mencampuri urusanku.Tanpa sadar aku mengikuti kawan-kawan baru ku.Engkau tanpa lelah memperingatkanku.Sampai pernah engkau memperingatkanku dengan keras.Aku jadi marah kepadamu.
Tapi kawan,aku minta maaf kepadamu,aku mengikuti jalan teman-teman baruku sekarang.Kita berpisah.
Tapi engkau tetap saja berkata, ,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

12 Comments »

Sikap Sederhana

Jadilah hebat, tapi tetaplah sederhana
Dalam menjalani hidup, manusia ditakdirkan secara berbeda-beda. Ada yang ditakdirkan miskin, ada juga  yang kaya. Ada yang ditakdirkan cantik atau tampan, namun ada juga yang ditakdirkan tidak seperti itu. Semua itu mempunyai hikmah, yang kebanyakan kita tidak mengetahuinya. Namun intinya, semua adalah ujian yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Allah subhanahu wa Ta’ala yang Maha Bijaksana mengetahui kadar keimanan, kemampuan dan kesanggupan seseorang. Nah, tidaklah manusia diuji melainkan sesuai dengan kadar itu. Tidaklah lebih baik, orang yang ditakdirkan kaya dengan orang yang ditakdirkan miskin. Tetapi juga tidaklah lebih baik orang yang ditakdirkan miskin dengan orang yang ditakdirkan kaya. Yang terbaik adalah orang yang mampu melewati ujian itu dengan sebaik-baiknya.
Namun, banyak manusia yang melalaikan hal tersebut. Banyak orang yang beranggapan bahwa kemuliaan itu berasal dari harta dan kedudukan. Yang menjadikan mereka, ketika mendapatkan kedua ujian tersebut menjadi lupa diri. Mereka beranggapan bahwa harta dan kedudukan yang mereka peroleh semata-mata jerih payah mereka sendiri.
Itulah salah satu ciri sikap angkuh. Sikap yang sangat buruk dan dibenci oleh Allah subhanahu wa Ta’ala. Buah dari sikap ini banyak sekali, diantaranya, sikap keras kepala terhadap kebenaran, menganggap dirinya yang paling tinggi, suka menghina, iri, dengki dan suka pamer.
Yang jadi pertanyaan adalah, apakah kita dilarang untuk memiliki harta dan memiliki kedudukan yang tinggi. Jawabannya adalah hal tersebut tidak dilarang, asalkan sesuai dengan kaidah dan aturan yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa Ta’ala. Boleh kita kaya atau berkedudukan tinggi, tetapi tidak boleh kita menyombongkan diri dan berbuat kerusakan dengan hal tersebut.
Salah satu yang harus kita miliki adalah sikap sederhana ketika kita diuji dengan kedua hal tersebut.  Maksudnya adalah tetap seperti orang yang lain dan lebih berendah hati walaupun dalam kenikmatan kita mungkin ‘lebih’ daripada orang lain. Kita menunjukkan nikmat Allah subhanahu wa Ta’ala dengan tujuan mensyukurinya dan bukan pamer, tapi dengan syarat tidak berlebihan. Misalnya, kita diberi rizki berupa harta yang lumayan, kita mensyukurinya dengan berpenampilan yang rapi.
Ada sebuah kisah dari Abdullah bin Umar Radiyallahu Anhu,  di dalam kitab Hilyah Al Aulia  I:302.  Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang pakaian seperti apa yang dipakai beliau. Beliau menjawab, “Aku memakai pakaian yang tidak membuat orang-orang bodoh memandangku hina dan tidak dicela oleh orang-orang yang sabar.” Laki-laki tersebut bertanya, “Apakah maksudnya?” Ibnu Umar menjawab, “Pakaian yang seharga antara 5 sampai 20 dirham.” Lihatlah, seorang imam besar mengajarkan kepada kita untuk bersikap biasa saja. Tidak terlalu merendah, juga tidak terlalu terlihat tinggi.                                                                                  
Tapi, terkadang sifat pamer seseorang menyebabkan sikap yang berlebihan.  Kita lihat, di jejaring sosial, banyak sekali orang yang memamerkan ‘kelebihan’ yang dia miliki. Terlihat bertebaran foto-foto narsis orang dengan menunjukkan hal  yang-mungkin-menurut mereka akan menaikkan status sosial. (Padahal belum tentu itu milik mereka, hehehe). Fenomena ini juga terjadi di dunia nyata. Betapa orang dengan gaji pas-pasan (atau tidak memiliki gaji?) rela bersusah payah untuk memiliki gadget terbaru agar dianggap ‘keren’, ‘gaul’ dan tidak ketinggalan jaman.
Saya bertanya-tanya dalam hati, apa manfaatnya melakukan hal-hal seperti itu? Justru menurut saya, ketika terjatuh kedalam hal tersebut , ada beberapa akibat negatif yaitu menyusahkan diri sendiri, membuat sombong, dan menciptakan kesenjangan sosial, menyebabkan iri hati sehingga dapat menimbulkan kriminalitas.
Mungkin, hal tersebut dilakukan karena menghindari celaan orang lain. Perhatikan, celaan manusia tidaklah berbahaya bagi kita, walaupun terkadang menyakitkan.  Apalagi celaan yang sifatnya ‘materialistis’ seperti itu. Manusia-manusia besar saja dicaci dan dicea, apalagi kita. Saran saya, jangan didengarkan.
Sikap pamer bukan cuma dalam hal kekayaan dan kedudukan, tapi juga dalam hal-hal yang lain, seperti ilmu, pemahaman, keahlian, banyaknya pengikut, dan masih banyak lagi. Contoh sikap ini adalah berlebih-lebihan dalam bicara, memfasih-fasihkan pembicaraan. Orang yang bijaksana, tidak akan berlebihan dalam segala hal. Orang yang bijaksana adalah orang yang tidak akan membanggakan sesuatu yang sifatnya fana. Harusnya kita menyadari kelemahan kita, apa yang kita bangga-banggakan itu dapat hilang dalam sekejab, kalau Allah subhanahu wa Ta’ala menghendaki.
Oleh sebab itu, bersikap sederhana akan menyelamatkan kita dari berbagai pengaruh buruk. Bersikap sederhana adalah salah satu dari ciri kerendahhatian. Kerendahhatian adalah ciri kebijaksanaan. Sedang kebijaksanaan adalah ciri kematangan jiwa kita.

Ketidakberdayaan

Lari dari Masalah II: Ketidakberdayaan
Tidak semua hal didunia ini, membebaskan kita untuk memilihnya. Ada banyak sekali hal yang mau tidak mau kita harus menerimanya. Sebagai contoh, cacat tubuh yang mungkin kita derita, darimana keturunan kita dan lain-lain. Ada tiga macam perbedaan manusia dalam menyikapi hal tersebut. Yaitu, menerima dan pasrah kemudian berusaha dengan sebaik-baiknya, golongan yang kedua menerima dan hanya pasrah saja, dan yang ketiga, golongan yang menolak takdir.
Tentu saja golongan pertama yang paling ideal bagi kita. Tapi tidak semua orang bisa seperti itu. Walaupun begitu, yang paling penting adalah adanya harapan. Dengan adanya harapan, minimal membuat kita tidak berputus asa. Minimal ada sedikit semangat yang tumbuh. Dengan adanya harapan, kita menjadi lebih ‘berdaya’.  Tidak adanya harapan, menyebabkan kita tidak berdaya.
Nah, menurut saya, salah satu penyebab orang yang menerima dan hanya pasrah dengan takdir, tapi tanpa usaha dan orang yang menolak takdir  adalah ketidakberdayaan. Yaitu keyakinan bahwa masalah terlalu sulit untuk dihadapi. Padahal masalah tidak mungkin lebih besar dari dirinya. Sesuatu diciptakan seimbang dengan apa yang didampinginya. Sebuah masalah, diciptakan seimbang dengan orang yang dia ikuti.
Sebenarnya, esensi ketidakberdayaan adalah ketidakinginan kita meninggalkan zona nyaman. Zona nyaman kita adalah rasa aman. Ketika dengan membiarkan masalah, meninggalkan tanggung jawab, dan lain-lain kita anggap nyaman, itulah rasa aman. Padahal mungkin itu hanya sebuah ilusi. Apa yang kita yakini itu aman, belum tentu kenyataannya seperti itu. (Baca tulisan saya yang berjudul Lari dari Masalah).
Oleh sebab itu, semakin kita tidak ingin lepas dari zona nyaman, semakin kuatlah ketidakberdayaan itu. Orang-orang sukses adalah orang yang mampu melepaskan diri dari ketidakberdayaan mereka dan kemudian berbuat sebaik-baiknya , tetapi sesuai dengan kemampuan. Sebagai contoh, Syaikh Abdul Azis bin Abdullah bin Baz, seorang tunanetra yang mampu menjadi seorang ulama besar dan Mufti kerajaan Saudi Arabia.
Hellen Keller juga contoh yang baik. Seorang yang buta, bisu dan tuli tetapi mampu menulis buku yang abadi. Seorang wanita, yang mungkin menurut orang lain tidak akan bisa melakukan apapun, bisa menepis anggapan tersebut dengan sesuatu yang menakjubkan, yang mungkin orang lain yang lebih sempurna fisiknyapun tidak bisa melakukannya.
Saya bisa menangkap hikmah dari hal tersebut, bahwa selemah apapun seorang manusia, pasti memiliki kekuatan yang tersembunyi.  Kekuatan ini, andaikata dibangkitkan, mampu menutupi kekurangan yang dimiliki, atau bahkan menjadikan kita ‘lebih’ dari pada orang lain.
Untuk membangkitkan kekuatan tersebut, hal pertama yang harus kita lakukan adalah bersyukur dengan keadaan kita.  Masih banyak orang yang keadaannya lebih buruk dari kita saja mampu bersyukur, harusnya kita lebih dari itu.  Hal yang kedua, temukan kekurangan dan kelebihan kita.  Hal yang ketiga, meminta dukungan orang lain. Hal yang keempat, berani mencoba, dan hal yang terakhir, ketabahan. Dengan kelima hal ini, kekuatan tersembunyi insya Allah bisa kita gali.
Semoga saja dengan kekuatan tersebut, mampu membuat kita lebih berdaya. Untuk itu diperlukan berlatih secara terus menerus. Kekuatan komunitas dan inspirator juga sangat diperlukan. Dan yang paling penting adalah rasa tawakal kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga dengan itu, kita mendapatkan hasil yang terbaik.

Belajar Dewasa.......

Menuju Kedewasaan
Tuhan yang Mahabaik memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kita terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kita tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang...
mulailah di mana kita berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah ..
hati seorang wanita.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganNya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatiMu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain...
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti
salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kita tak bisa mengubah masa lalu....
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kita mengisi hati ...
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Jika kita berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kita sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

PERAN ISTRI SHALIHAHPERAN ISTRI SHALIHAH












 
Dijaman yang serba modern seperti sekarang ini tidak gampang mencari istri yang shalihah {yang mengerti keadaan suaminya} kita ambil contoh ceritanya Khadijah binti Khuwailid yang mana beliau adalah seorang janda kaya yang sukses, kesuksesan yang diraihnya hasil dari ketekunannya sertake baikan budi pekertinya yang senantiasa mendampingi suami tercintanya suka maupunduka, bahkan dalam hadits yangdi riwayatkan Imam al-bukhari beliau menghibur nabi muhammad saw dengan cara mengi ngatkan bahwa Allah SWT tidak akan meng hinakan Nabi dikarnakan Nabi menyambung sanak kerabat, menolong fakir miskin, menghormati tamu dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah, diwaktu nabi takut akan terjadi sesuatu pada dirinya, inilah peran istri yang menunjukkan keshalihan nya pada suami, istri seperti inilah yang menjadi dambaan semua lelaki {yang mengerti akan keadaan suaminya} jadi marilah kita contoh keluarga Nabi Saw. Yang dicontoh kan khadijah pada kita.
  
  الدنيا متاع وخير متاعها المرأة الصالحة (رواه مسلم والنسائى عن عبد الله بن عمرو ابن العاص)

Artinya  : dunia itu kesenangan dan paling baiknya kesenangan yaitu istri shalihah. Dan juga Nabi pernah bersabda yang diriwayatkan Al Bukhari :

عـن ابي هريرة عـن النبي صلى الله عليــه وسلم انه قال تنكح المراة لاربع لمالها ولحسبها وبجمالــها ولدينها
 فا ظفـر بذات الدين تربت يداك(رواه بخاري)

Dari Abu Hurairah Ra dari Nabi Saw bersabda : Wanita itu dikawini karena empat factor: karena hartanya, keturunan nya, kecantikannya dan agamanya, maka pilihlah karna agama nya maka engkau akan selamat.
    Maka diambil kesimpulan dari hadits diatas ber istrilah kalian karena agama nya niscaya kalian akan beruntung, banyak dikalangan masarakat yang kita jumpai atau kita dengar manyoritas yang menjadi bahan pembicaraan itu cantiknya atau hartanya bukan agamanya akibatnya : perselingkuan, gonta- ganti pasangan, bahkan tidak sedikit yang bercerai , misalnya dikalangan artis, kalau kita melihat televisi banyak sekali para artis yang baru menikah sudah cerai, ada yang punya anak satu bahkan lebih dari pada itu mau di kemanakan anaknya mukin ini akibat nya orang-orang yang beristri bukan karna agamanya padahal nabi pernah bersabda


تزوّجواولاتطلقوافان الطلاق يهتزّ منه العرش{رواه ابن عـديّ}
 
Artinya:
 beristrilah kalian dan jangan sekali-kali kalian bercerai maka sesungguh nya terjadinya cerai itu meng goncang kan ars .
Untuk itulah mari kita mak simalkan niatkita lebih-lebih dari kalangan pemuda {belum beristri} beristrilah kalian karna agamanya .
    Allah  berfirman:

يا أيّها النـاس انا خلقـنكم من ذكروأنثى وجعلنكم سعوبا وقبا ئل لتعارفوا{الحجرا
Artinya: Wahai manusia sesungguhnya kami  ciptakan kamu dari seorang laki- laki,  seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal {Qs  al-hujuroot:137}.
      Menurut  Al’qur'an dan sunnah, yang harus dipelajari oleh perempun sebagai berikut: Iaharus belajar mengenai dasar-dasar agama perintah-perintah syariah. serta patuh pada suaminya dengan mentaati hak-hak suaminya. Tetapi Iatidak wajib mencari nafkah dan tidak pula diwajibkan untuk menger jakan semua pekerjaan rumah tangganya.
     Namun apa bila dia mengerjakan pekerjaan tersebut, maka dinilai sebagai ibadah. Islam adalah utama yang dengan benderang menyinari jalan raya kehidupan manusia dan merupakan syariah sempurna yang tidak akan menelantarkan satupun kebutuhan manusia, dalam  hal kehidupan keluarga kita lihat islam dapat memecahkan setiap persoalan keluarga sedemikin cermatnya sehingga seseorang mesti mengakui bahwa tak ada yang lebih baik dari pada aturan islam.
      Danjuga alqur'an telah menjelaskan wanita shalih yang artinya: "Kaum lelaki –laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karna Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karna mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, ketika suaminya tidak ada, oleh karna Allah telah memelihara mereka (wanita-wanita) yang kamu khawatirkan Nusyuz nya. Maka nasihatilah mereka dan pisah kanlah diri dari tempat tidur mereka dan (kalauperlu) pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusah kan nya     Sesungguh nya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar "(Qs an-nisa 34)
        Istri yang shalihah selalu tau tugas dan kewajiban nya terhadap suami, Ia tidak pernah mengeluh  (menerima apa adanya ) selalu dan selalu meperbaki kesalahannya dan suaminya dengan cara tidak menyakitkan hati suami, Rasa sayang, kesetian selalu ditampakan pada diri suaminya.  Istriseperti inilah yang selalu menjadi dambaan setiap lelaki.
والله اعلم

BERJILBAB CERMIN DARI SANTRIWATI

Dalam masalah santriwati, yang tidak berjilbab, ketika keluar dari pesantren atau sedang pulang, maka hal yang seperti itu sering terjadi dari pesantren-peantren yang lain, Saya pernah kedapatan melihat santriwati yang kebetulan santriwati dari nuruljadid itu sendiri, yang kebetulan putri dari paman saya sendiri, ketika itu silaturahmi kerumah saya, tidak memakai jilbab maka waktu itu juga timbul dalam hati saya masak santriwati yang baru pulang dari pesantren sperti itu?, bahkan sampai memekai celana ketat.

Namun alhamdulillah sampai sekarang, saya belum pernah menjumpai santriwati dari Al-Khoirot yang waktu pulang, atau menjadi alumni melepas jilbabnya. Waktu saya  ditugas disendang biru misalnya, alhamdulillah alumni yang dari Al-khoirot menunjukkan kesantriwatiannya, (tidak melepas jilbabnya).


Adapun menurut saya, perilaku santriwati yang melepas jilbab tersebut, mungkin yang pertama faktor dari keluarganya, yang mana keluarganya memang kesehariannya keluarga yang jarang memakai jilbab, maka kemungkinan besar, waktu putrinya tidak berjilbab tidak ada yang menegurnya.


Kemudian langkah-langkah yang perlu diambil, untuk mencegah santriwati melepas jilbabnya, menurut saya dengan cara mengingatkan supaya tidak melepasnya, karena kewajiban seorang putri untuk memakainya.

Jilbab Dan Dunia Peran


Oki Setiana Dewi, seorang artis pendatang baru di dunia perfilman Indonesia. Ia mendapatkan peran sebagai Anna Althafunnisa dalam sebuah film garapan Khairu Umam, Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Dalam film itu, Oki mampu menyabet dua penghargaan sekaligus. Sebagai pendatang baru perempuan terfavorit dan pendatang baru terbaik.

Sosok Oki Setiana Dewi yang berjilbab atau sering disebut jilbaber, bukanlah hal yang menghalanginya untuk ikut bermain dalam seni peran. Dan kehadirannya sebagai artis yang berjilbab ternyata malah mendapat sambutan yang baik dari para penikmat film, itu terbukti dengan dua tropi yang ia peroleh pada malam penghargaan para bintang.
Di sisi lain, kehadirannya dalam dunia film juga menginspirasi banyak orang, bahwa berakting tidaklah lantas harus tampak seksi dan menggoda, bajupun tidak perlu buka-bukaan, seperti kebanyakan artis kita.
Lalu bagaimana dengan artis lokal di Aceh? Adakah mereka para artis menggunakan jilbab sesuai syari’at? Sedangkan Aceh adalah daerah yang terkenal sebagai daerah yang telah menerapkan hukum Islam. Salah satunya adalah dalam hal berpakaian.
Dalam agama Islam, cara berpakaian telah diatur dengan sedemikian jelasnya, sehingga tidak ada lagi tawar menawar. Aurat yang harus ditutupi bagi seorang laki-laki adalah antara pusar dan lutut, sedangkan bagi kaum perempuan aurat yang harus ditutupi adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.
Kemudian jika kita menilik para artis perempuan kita, kebanyakan dari mereka belumlah sesuai dengan syari’at. Saya atau sebagian anda juga sering melihat pakaian para artis kita yang tak sesuai dengan Islam. Sebut saja artis A, ia menggunakan pakaian lengkap dan panjang, tapi mengapa mereka hanya menyelampirkan jilbabnya? Atau menggunakan jilbab dengan memamerkan sedikit rambutnya dengan batang leher yang masih terbuka? Bukankah ini adalah sebuah penyelewengan terhadab jilbab dan makna menutup aurat?
Di Aceh, kalau masyarakat tidak mengenakan jilbab, maka ia akan ditangkap oleh polisi syari’at (WH). Namun jika artis yang tidak memakai busana muslim dengan baik, mengapa dibiarkan? Bukankah para artis ini akan dilihat, ditonton, dan ditiru banyak orang?
Alangkah lebih indahnya jika para artis menggunakan busana muslimah yang sejati, yang benar-benar menampilkan citra Islam. Karena seperti kata Niniek L. Karim, bahwa “Seringkali film terinspirasi dari kehidupan nyata, akan tetapi tak jarang juga film menginspirasi orang untuk mempraktekkan dalam kehidupan.” Dari itu terlihat sekali bahwa peran para artis sedikit ataupun banyak telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat.
Mungkin gaya busana muslim yang yang ditampilkan Oki bisa menjadi inspirasi dan introspeksi bagi artis-artis kita. Bahwa berpakaian lengkap, berjilbab dengan baik dan benar bukanlah penghambat karier di dunia peran, malah sebuah pencitraan yang baik bagi diri sendiri, sesuai dengan agama Islam dan menjadi tauladan bagi muslimah lainnya.
“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikitpun. Dan barangsiapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim).
“Kota Santri”

Keras Hati

Keras Hati Berakibat Membinasakan Diri
Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.
Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati.Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, “Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya.”
Tanda-Tanda Kerasnya Hati
Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :
1. Malas Melakukan Ketaatan dan Amal Kebaikan
Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya, melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya,
“Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah : 54)
2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur’an dan Petuah
Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mahu khusyu’ atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur’an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta’ala telah memperingatkan, artinya,
“Maka beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (Qaaf : 45)
3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah
Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.
“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah :126)
4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat
Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.
5. Kurang Mengagungkan Allah.
Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma’ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.
6. Kegersangan Hati
Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.
7. Kemaksiatan Berantai
Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.
Sebab-Sebab Kerasnya Hati
Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:
1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat
Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.
Seorang salaf berkata, “Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci.” (Muhammad : 24)
2. Lalai
Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai” (QS.16:108)
Allah Subhannahu wa Ta’ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mahu lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A’raf 179)
3. Kawan yang Buruk
Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berku-bang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, banyak mendengar musik dan menghabiskan hari-harinya untuk film, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh oleh kondisi tersebut.
4. Terbiasa dengan Kemaksiatan dan Kemungkaran
Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya serta membalikkan arah perjalanan yang lurus.
Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari semakin bertumpuk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju Allah dan kampung akhirat, sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti tak mampu lagi bergerak menuju Allah.
5. Melupakan Maut, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya.
Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan hatinya.
6. Melakukan Perusak Hati
Yang merusak hati sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ada lima perkara, yaitu banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung kepada selain Allah, berlebihan makan dan berlebihan tidur.
Solusi
Hati yang lembut dan lunak merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. Allah mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya,
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az-Zumar: 22)
Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yakni:
1. Ma’rifat (mengenal) Allah
Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.
2. Mengingat Maut
Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari keterlenaan. Sa’id bin Jubair berkata, “Seandainya mengingat mati lepas dari hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku.”
3. Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya.
Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan, minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.
4. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur’an.
Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.
5. Mengingat Akhirat dan Kiamat
Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.
6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dapat melunakan hati yang keras. Karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka kekerasan hati makin memuncak pula.
7. Mendatangi Orang Shalih dan Bergaul dengen Mereka.
Orang shaleh akan memberikan semangat ketika kita lemah, mengingatkan ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah
8. Berjuang, Introspeksi dan Melihat Kekurangan Diri.
Manusia, jika tidak mahu berjuang, introspeksi dan melihat kekurangan diri, maka dia tidak tahu, bahwa dirinya sakit dan banyak kekurangan. Jika dia tidak merasa sakit atau punya kekurangan, maka bagaimana mungkin dia akan memperbaiki diri atau berobat?
Wallahu a’lam, semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala melunakkan hati kita semua untuk menerima dan menjalankan kebenaran, amin ya Rabbal ‘alamin.