Hujan......
Hujan….
Hanya merintih kecil kali ini,,Seakan mengerti kali ini
Hanya manusia kecil tak berarti,,Yang perlu dikasihani…
Meski hancur ia berdiri,,Seakan mengutuk takdir
Yang ia bawa dengan benci
Yang ia bawa dengan sesal
Dentum siksa telah ia rasa
Menyakiti kepala hingga hilang semua
Tak ada yang mengerti,,Setiap baris yang ia titi,,Penuh kata pedih perih
Tertulis dengan sengaja,,Berharap benci hilang terasa
Meski canda ia gumam,,Dalam gelap ia kutuk kegelapan
Meski suka ia senandungkan,,Dalam hati ia mencabik pilu
Hujan ini pun begitu begitu singkat,,begitu menghina pedihnya
Berdenyut nadi di kepalaMembuatnya pergi dari semua
Tak ada yang menangisinya
Tak ada…..
Sendiri dalam buta
Ia menangis tuk terakhir kalinya
Begitu ringan….
Hilang semua beban…
Tak ia sesali keindahan
Hanya bermimpi….
Kali ini untuk selamanya
Selamanya….
Sepinya Malamku
Sejuk embun teteskan kehangatan
Tapi tak mampu hangatkan malam-malam sepiku
Bintang-bintang pancarkan cahaya indahnya
Tapi tak mampu terangi gelap malamku
Mengapa aku selalu kesepian
Tak pernah ada yang mengisi kekosongan hari-hariku
Pekat awan coba temani
Angin malam coba dekati
Namun tak seperti kala kau hadir di dekatku
Hanya senyummu yang mampu hilangkan pilu di hatiku
Aroma tubuhmu yang ku hirup kala ku kesepian
Berikan aku kehangatan saat aku membutuhkan
Temanilah malam ku kala ku kesepian............
Mungkin
Mungkin bagimu terlalu cepat aku menyukaimu
Terlalu mudah aku menyayangimu
Terlalu mudah aku jatuh hati padamu
Tapi tak bisa aku ingkari jika hati ini telah menancapkan tiang Rasa
Rasa yang tak mungkin aku buang begitu saja
Akan aku perjuangkan rasa ini
Walau seribu rintangan akan aku lawan
Rasa ini sungguh mulia
Tak ada noda dan suci sebening embun pagi
Jika kau menghidar tetap aku kejar
Jika kau bersembunyi dalam lobang yang paling dalam sekalipun
Aku tetap akan mencarimu
Hingga kau lelah dan menyerah
Tak Seharusnya
Tak seharusnya aku berani mendekatimu
Juga tak Tak seharusnya aku menaruh hati padamu
Tak seharusnya aku menyukaimu
sepantasnya aku mengharapkanmu
Tapi apakah aku salah memendam rasa di hatimu
Apa aku salah untuk menyukaimu
Apa aku salah mendekatimu
Dan apakah aku tak pantas untuk memilikimu
Aku memang tak sempurna
Aku juga bukan bintang yang selalu hiasi malam
Aku hanya debu-debu jalanan yang mudah tersapu angin
Namun rasa ini rasa yang sesungguhnya
Rasa akan abadi untuk selamanya
Jika aku harus berlutut di hadapan mu
Akan aku lakukan
Tapi jika aku harus mati karnamu
Maaf,,tak akan aku lakukan
Cinta tak harus mati, tapi cinta akan abadi jika saling di mengerti……………..
Aku dan Perasaanku
Aku terdiam tak bersuara
Setiap kali aku mentap matanya
Aku seakan terjatuh di hadapannya
Sorot matanya pancarkan cahaya lembayung syurga
Tutur bahasanya seakan matikan detak jantungku
Keindahan pesona sang bidadari khyangan pun tak mampu kalahkan sosoknya
Saat ku coba untuk berkata, lidahku kelu tak mampu bicara
Sejenak ku lamunkan dan ku coba ungkapkan kata
Engkau begitu memukau jiwa
Tapi aku hanya bisa menikmati keindahanmu
Aku tak bisa miliki hatimu
Karna aku hanya seekor kunang-kunang yang tak mungkin dapat terangi gelapmu
Sedang kau sang rembulan yang sedang purnama………………..