أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (صحيح البخاري)Berkata Abu Sa’id Alkhudriy ra : “sungguh aku melihatmu (wahai Ayah dari Abu sha’sha;ah) suka menggembala kambing dan melewati gurun pedalaman, maka jika engkau sedang bersama gembalaanmu atau dipedalamanmu, maka (masuk waktu shalat) engkau adzan untuk shalat, keraskanlah suaramu dalam seruanmu, maka sungguh tiadalah yg mendengar suaramu ketika adzanmu dari jin, manusia dan segala sesuatu, kecuali akan bersaksi untuk penyeru (orang yg adzan itu) itu dg kebaikan di hari kiamat”, berkata abu sa’id alkhudriy kudengar ini dari Rasulullah saw. (Shahih Bukhari) Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang telah menerangi kita dengan cahaya, cahaya kehidupan, cahaya kebahagiaan, cahaya keluhuran, cahaya kesucian, cahaya kemuliaan Allah, cahaya keluhuran Allah, hingga mengundang kita untuk sampai ke majelis ini, hadir di dalam istana keridhaan Allah subhanahu wata’ala sebagai tamu kasih sayang-Nya, Yang telah mengundang kita dengan kehendak-Nya untuk hadir dan memberikan taufiq kepada kita untuk sampai ke tempat ini. Allah subhanahu wata’la, Yang telah menyampaikan kepada sang Nabi sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda : مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ “Barangsiapa yang kakinya berdebu di jalan Allah, niscaya Allah akan haramkan baginya api neraka”.Kaki yang berdebu ketika dilangkahkan dalam perjalanan karena Allah, maka Allah memerintahkan kepada api neraka untuk tidak menyentuhnya. Jikalau hanya karena kaki yang berdebu saja telah Allah haramkan api neraka menyentuh mereka yang melangkah ke jalan Allah, maka terlebih lagi jiwa yang disentuhkan oleh Allah dengan iman, dengan kalimat Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah. Hadits yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam : فَإِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قاَلَ لَا إِلهَ إِلَّا الله يَبْتَغِيْ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illa Allah, karena mencari ridha Allah dengan (perkataan) nya.”Semoga Allah subhanahu wata’ala haramkan kita semua dari api neraka, amin. Maha Suci Allah Yang telah menciptakan kerajaan alam semesta dari tiada, Maha Suci Allah subhanahu wata’ala Yang telah menciptakan kita dari tiada, Yang Maha berjasa kepada kita, Maha Dekat dan Maha menciptakan kita dengan sempurna, Yang telah berfirman : إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ، وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ، وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ، عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ، يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيم، الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ ( الإنفطار : 1- 6 )“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan menjadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya, wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang”. ( QS. Al Infithar : 1-7 ) Allah subhanahu wata’ala Yang telah menciptakan kita dari tiada, sejenak kita renungkan dengan logika seandainya tubuh kita ini hanya berupa sebuah mesin yang bergerak, bukankah setiap kali gerakan itu membutuhkan listrik atau kekuatan daya, dan anggaplah listriknya itu adalah darah, dan darah itu dipompa oleh jantung, dan setiap sendi-sendi yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam banyaknya adalah 360 sendi di tubuh manusia, bergerak setiap satu sendi dengan sendi yang lainnya, dan untuk bergerak itu pun membutuhkan minyak pelumas dan hal itupun telah disiapkan di dalam tubuh kita. Dan anggaplah tulang kita ini adalah besi, dan umpamakan darah itu adalah listriknya, dan tubuh ini adalah mesinnya, maka ketika satu kali gerakan itu bagaimana segala perintah dan instruksi yang dilakukan dalam satu konstruksi mesin itu yang telah dipicu oleh jantung yang merupakan turbin atau pompa atau pembangkit tenaga listrik, yang seandainya tubuh kita ini merupakan sebuah mesin. Dan siapakah yang telah memberikan mesin sempurna itu kepada kita ? tanpa kita meminta kepada Allah subhanahu wata’ala namun Allah telah memberinya. Maka gunakanlah mesin sempurna itu, yang tumbuh dari sel hingga lahir kemudian tumbuh dewasa, Allah persilahkan untuk makan dan minum, bercocok tanam dengan apa-apa yang mereka inginkan dari tanah yang telah disediakan oleh Allah, dan Allah sediakan angin, ada hujan, ada daratan, ada lautan, ada hewan yang di lautan, ada hewan yang di daratan dan ada pula hewan yang di udara, semuanya telah Allah siapkan. Namun di saat manusia berhadapan dengan Allah kelak di hari kiamat, Allah tanyakan kepada mereka dengan firman-Nya: يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ، الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ ( الإنفطار : 6- 7 )“wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang”. ( QS. Al Infithar : 6-7 ) Allah Yang telah menciptakanmu dari tiada dengan tubuh yang sempurna, seperti konstruksi mesin sempurna yang kita sebut tadi, ada juga manusia yang Allah ciptakan dalam keadaan cacat namun tidak Allah jadikan ia cacat kecuali Allah jadikan baginya tambahan pahala. Sebagaimana dalam riwayat Shahih Al Bukhari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa seorang yang dibutakan oleh Allah kemudian ia bersabar, maka Allah berfirman untuk membangunkan baginya istana di surga. Sungguh kekurangan-kekurangan (cacat fisik) yang muncul dalam kehidupan akan dibalas oleh Allah subhanahu wata’ala dengan limpahan kebaikan dalam kehidupan yang kekal. Maka dalam ayat tadi Allah bertanya kepada manusia dalam firman-Nya ; “Mengapa engkau meninggalkan Tuhanmu Yang Maha Pemurah ?” tiada yang lebih dekat kepada kita selain Allah subhanahu wata’ala, Yang paling berjasa kepada kita hanyalah Allah subhanahu wata’ala. Oleh sebab itu kita telah mendengar doa sayyidina Adam AS : رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( الأعراف : 23 )"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS. Al A’raf : 23 ) Bagaimana kebijaksanaan Ilahi ,, Dialah Yang Maha Dekat yang menjawab doa semua hamba-hamba-Nya, menjawab bukan dengan suara namun dengan anugerah dan pahala, dan diberikan ketenangan dan kebahagiaan yang kekal. Dan Allah berfirman tentang orang-orang yang abadi dalam api neraka, mereka adalah sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wata’ala : بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ( الأنعام : 28 )“Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya [466]. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta”. ( QS. Al An’am : 28 ) Mereka yang kekal dalam api neraka adalah orang-orang yang jika dikembalikan ke muka bumi pastilah mereka akan kembali berbuat jahat lagi, dan yang selain mereka tidaklah akan kekal di dalam neraka, mereka tidak akan mau bertobat namun kembali lagi berbuat kezhaliman di muka bumi. Maka fahamilah Tuhan kita adalah Maha Pemurah yang menciptakan kita dari tiada. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah Sampailah kita pada hadits luhur ini, hadits riwayat dari Abu Sha’sha’a yang meriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudri yang berkata kepadanya : “ Aku mendapatimu sering keluar ke padang bersama gembalaan, dan jauh dari kumpulan manusia, maka jika kau dalam keadaan sendiri seperti itu janganlah engkau tinggalkan adzan, dan keraskanlah suaramu sekeras-kerasnya ketika engkau adzan karena segala sesuatu yang ada disekitarmu akan bersaksi terhadap adzanmu dengan kebaikan kelak di hari kiamat”. Hal ini memberikan kejelasan kepada kita akan indahnya seruan-seruan pada kebaikan, seruan itu didengar oleh alam dan akan bersaksi kelak di hari kiamat. Maka menyerulah pada kebaikan terutama kepada diri kita, kemudian kepada keluarga, teman dan semua masyarakat di wilayah kita. Alhamdulillah dengan seruan-seruan Allah subhanahu wata’ala, semoga semakin luas dakwah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Alhamdulillah kita merasa gembira karena tahun ini semakin indah dari tahun yang lalu, dan semoga tahun depan juga semakin indah dari tahun ini, amin. Tahun ini kota kita Jakarta akan merayakan ulang tahun yang ke-484, dan selama ini belum pernah dirayakan dengan dzikir dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kota Jakarta yang hampir mencapai usia 500 tahun ini akan berulang tahun dengan dzikir, doa dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga Jakarta ini menjadi kota yang penuh keberkahan, semoga semakin kedepan Jakarta semakin agung dan luhur, dan harapan kita sebelum mencapai usia 500 tahun telah dipenuhi kemakmuran dan kebahagiaan, amin. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah Dalam kehadiran kita di malam hari ini kita memahami bahwa kita berada di bulan yang luhur dan mulia, bulan Rajab yang merupakan salah satu dari 4 bulan haram ( bulan mulia) selain bulan Ramadhan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Dan saat ini kita berada di bulan Rajab, bulan ini adalah bulan ulang tahun shalat, yang bertepatan pada malam 27 Rajab malam Isra’ Mi’raj nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan semoga acara kita yang akan datang sukses. Acara beruntun dari hari ke hari, yang hanya berjarak satu minggu, kemudian dua minggu berikutnya kita akan menghadapi malam Nishfu Sya’ban, kemudian sebulan selanjutnya kita akan menghadapi malam 17 Ramadhan yang bertepatan pada malam 17 Agustus hari kemerdekaan RI jika tidak ada perubahan pada kalender. Dan sebagaimana yang terdapat dalam buku sejarah, kemerdekaan RI itu bertepatan pada tanggal 17 Ramadhan yang bertepatan tanggal 17 Agustus 1945, dan pada tanggal 17 Ramadhan juga adalah hari kemenangan Badr Al Kubra. Oleh sebab itu semoga kita yang juga akan mengadakan dzikir akbar dan doa di malam itu diberi kesuksesan oleh Allah subhanahu wata’ala, dan kita semakin luhur dan mulia, amin. Kabar telah kita sampaikan kepada guru mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh bahwa insyaallah milad Jakarta akan diadakan dzikir dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Insyaallah acara Isra’ Mi’raj di Monas akan dihadiri oleh guru besar Al ‘Arif billah Al Musnid Al Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith dari Madinah Al Munawwarah . Kembali kepada kemuliaan bulan Rajab, yang merupakan ulang tahun shalat. Dan kita mengetahui rahasia kemuliaan shalat itu, dimana shalat merupakan ibadah terluhur setelah syahadah. Shalat adalah kedekatan hamba menghadap Allah. Ketika seorang hamba dibuka tabir sanubarinya untuk berhadapan langsung dengan penciptanya, dan tanpa ia sadari dengan segala indera yang dia miliki bahwa ia yang sedang berhadapan dengan Allah, sedang bersama dengan Allah, sedang berbicara dengan Allah, dan setiap harinya seorang hamba diberi anugerah 5 waktu dalam sehari untuk menghadap Allah, bahkan jika seorang hamba menginginkan lebih dekat lagi maka hal itu diperbolehkan karena Allah tidak akan menolak seorang hamba jika ingin lebih mendekat kepada Allah. Dan jika hamba ingin mendekat kepada Allah, maka Allah lebih ingin mendekat kepada hamba-Nya itu, tidak ada seorang hamba yang ingin mendekat kepada Allah dan tidak Allah dekati, namun Allah akan menjawab dengan kedekatan yang lebih lagi, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi riwayat Shahih Al Bukhari : وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ، بِشِبْرٍ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً "Bila dia ( seorang hamba ) mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat ( bergegas)”Namun bukan berarti Allah berbentuk jasad, tetapi yang dimaksud adalah ketika seorang hamba ingin mendekat kepada Allah maka Allah akan lebih ingin mendekat kepadanya. Jika seorang hamba rindu kepada Allah maka Allah subhanahu wata’ala mencintainya lebih dari kerinduan hamba-Nya. Allah subhanahu wata’ala yang telah menghadirkan kita di malam hari ini dan memperdengarkan kepada kita keluhuran-keluhuran. Begitu pula dengan memperbanyak wudhu’, dan sebelum kita melakukan shalat tentunya kita berwudhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِنَّ أُمَّتِيْ يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوْءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيْلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ “Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan dipanggil dengan cahaya putih berseri-seri (di wajah dah kaki) karena bekas wudhu,maka barangsiapa yang ingin memperlebar cahayanya,hendaklah ia melakukannya (memperbanyak wudhu)”Maka jika punya waktu hendaklah melebihkan sentuhan air pada anggota-anggota wudhu’, seperti jika membasuh wajah dilebihkan hingga ke bawah dagu, jika membasuh tangan lebihkanlah sampai ke atas siku, dan jika membasuh kaki maka lebihkanlah sampai di tengah-tengah antara lutut dan mata kaki, mengapa? karena ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang banyak melakukan hal itu kelak akan bercahaya di hari kiamat, semoga Allah menerangi kita dengan cahaya wudhu’. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah Inilah malam-malam luhur, malam-malam dzikir dan munajat, marilah kita berdoa dan bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala semoga hari-hari kita semakin luhur dan indah, dilimpahi ketenangan, dilimpahi kesejukan, dilimpahi kebahagiaan, dilimpahi keluhuran dan kesucian, dicabut dari segala keinginan untuk berbuat dosa dan dilimapahi keinginan untuk berbuat luhur… فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا Ucapkanlah bersama-samaيَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ. Hadirin hadirat yang dimuliakan AllahKita ucapkan selamat datang kepada tamu-tamu dari Singapura yang malam ini hadir, semoga dalam rahmat dan keberkahan Allah subhanahu wata’ala. Dan saya mohon doa kepada para hadirin, sebagaimana perjuangan dakwah kita ini semakin berat, merupakan tanggung jawab besar dalam merayakan hari ulang tahun DKI Jakarta dengan dzikir dan doa, yang kemudian akan disusul dengan acara Isra’ Mi’raj, kemudian malam Nishfu Sya’ban, lalu Haul Ahlul Badr, insyaallah. Dan Alhamdulillah kita telah mengadakan kerja sama dengan team TV One, insyaallah dalam bulan Ramadhan akan ada 4 kali tayang dalam seminggu, jadi dalam satu bulan ada sekitar 16 atau 17 kali tayang di TV One. Sungguh hal ini adalah tanggung jawab berat bagi kita semua, bagi para crew dan staf-staf MR dan juga bagi hamba pribadi, oleh sebab itu mohon doa dan dukungan karena tidak ada hadiah yang lebih agung dari berdoa untuk suksesnya perjuangan ini, dan setelah itu insyaallah kita akan mengadakan Takbiran Akbar juga namun belum tau pasti keadaannya dan dimana, karena jika kalender tidak berubah maka malam takbiran tepat pada malam Selasa. Sebagaimana kita ketahui majelis kita ini tidak ada liburnya karena majelis dakwah dan dzikir bukan majelis ta’lim khusus, kalau majelis ta’lim khusus kebanyakan akan libur jika masuk bulan Ramadhan dan memperbanyak mengaji Al qur’an dan beribadah, namun majelis dzikir dan dakwah seperti ini justru di bulan Ramadhan seharusnya lebih ditekankan lagi, meskipun saya telah wafat insyaallah majelis ini akan terus berlanjut,amin. Maka kami mohon dukungan dan khususnya doa, karena tidak ada hadiah yang lebih berharga dari doa, dan tidak ada dukungan yang lebih kuat daripada doa, karena tidak ada yang bisa merubah ketentuan Allah kecuali doa. Perbanyak doa untuk kesuksesan dakwah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Selanjutnya kita berdoa bersama dengan qasidah Ya Arhamar Rahimin, kemudian kalimat talqin dan doa penutup oleh guru kita Fadhilah As Sayyid Al Habib Hud bin Baqir Al Atthas, yatafaddhal masykuuraa… |
Jumat, 12 Agustus 2011
Kebaikan Di Hari Kiamat Bagi Para Penyeru Adzan
Kejahatan Muslimin Yang Terbesar
قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ
(صحيح البخاري)Sabda Rasulullah saw :
“Sebesar - besar kejahatan muslimin (pada muslim lainnya) adalah yang mempermasalahkan suatu hal yang tidak diharamkan, namun menjadi haram sebab ia mempermasalahkannya (Shahih Bukhari)
Hadirat para habaib yang saya muliakan, para ulama, para sesepuh dan hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah yang hadir dan yang menyimak dari streaming website www.majelisrasulullah.org
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِوَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا اْلجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan puji ke hadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, yang telah memuliakan kita dengan majelis yang agung, perkumpulan yang agung, didalam kemuliaan tuntunan Nabi yang agung Sayyidina Muhammad Saw wabaarak alaih di bulan yang agung. Bulan yang dinamai bulannya Nabi Muhammad Saw yaitu Bulan Sya’ban. Semoga Allah menerima dan menerangi jiwaku dan kalian dengan Cahaya Keindahan Allah. Tunggal dalam Kesempurnaan, Tunggal didalam Keabadian, Maha Tunggal Melimpahkan Kebahagiaan dunia dan akhirat, Maha Tunggal Memiliki dunia dan akhirat, Maha Tunggal Memiliki Kerajaan alam semesta, Maha Tunggal Membangun alam semesta dari tiada, Maha Tunggal Mengasuh seluruh makhluk yang ada di alam semesta, di alam barzah, dan di alam akhirat. Maha Raja Tunggal dan Abadi yang dengan mengingatnya tenanglah hati,اَلاَبِذِكْرِاللهِ تَطْمَئِنُّ اْلقُلُوْبُ
ketenangan terbesar, ketenangan terkuat, ketenangan terhebat adalah dengan mengingat Allah Sang Pencipta sanubari. Semakin banyak hamba mengingat Allah, semakin tenang hatinya, semakin indah keadaannya dunia dan akhirat karena ia mengingat Allah maka ia bersama Allah. Jika ia bersama Allah, apa yang dirisaukan? Tiada lagi yang ia risaukan karena ia bersama Rabbul A’lamin, bersama Kasih Sayang-Nya, bersama Kelembutan-Nya, bersama Sang Maha Pelimpah Anugerah yang siap melimpahkan apapun yang ia dambakan dan ia butuhkan, Maha Mencukupinya dalam kehidupan dunia dan akhirat, Maha Mempermudah kesulitan hamba-Nya dari segala hambatan kesulitan, Maha Menjadikan musibah sebagai pencuci dosa dan Maha Menjadikan musibah tersingkir dan dosa dihapuskan dengan kehendak-Nya Allah, Yang Maha Melimpahkan Anugerah bagi hamba – hamba yang mengingat-Nya.ياَابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ وَلاَ أُباَلِيْ
“Wahai keturunan Adam, jika kau mengingat-Ku dan berharap kepada-Ku, Ku-ampuni dosa – dosamu tanpa Ku-pertanyakan lagi”.Dialah Allah Yang Maha Menghapus kesalahan hamba dengan hamba mengingat-Nya maka ingatlah Allah..Allah semakin hari semakin jarang disebut lisan,semakin jarang diucap lidah, semakin jarang yang mengingat-Nya maka semakin banyaklah musibah, semakin banyaklah kesulitan, semakin banyaklah kegundahan, semakin banyaklah kesedihan, semakin banyaklah kesempitan, tiada sebab lain kecuali semakin sedikit yang mengingat Allah, semakin sedikit yang percaya kepada Allah, semakin sedikit yang berharap kepada Allah, semakin sedikit yang meminta kepada Allah, semakin sedikit yang menganggap Allah-lah Yang Maha Berwibawa, Allah-lah Yang Maha Menentukan usaha dan berusaha, janganlah diam. Namun ketahuilah ketentuan tiada lepas dari Genggaman-Nya, Yang Maha Mengetahui berapa jumlah nafasmu dan Dia-lah yang memberikan setiap nafasmu, Maha Mengetahui berapa detak jantungmu akan berakhir kelak, Maha Mengetahui berapa hari sisa kehidupan kita yang dipinjamkan-Nya untuk kita, berapa hari lagi kita diberi kesempatan untuk ruku’ dan sujud kepada-Nya.
Wahai yang hadir dalam perkumpulan Majelis Rasulillah Saw di majelis yang kita namakan Majelis Rasulullah. Pada dirimulah harapan Sayyidina Muhammad, pada dirimulah Sang Nabi Saw mengharapkan bangkitnya kembali umat karena kita disini selalu mengingat dan membangkitkan semangat untuk kembali kepada sunnah Sayyidina Muhammad, tuntunan Sayyidina Muhammad, ketenangan Sayyidina Muhammad, kedamaian ajaran Sayyidina Muhammad, kerukunan yang diajarkan Sayyidina Muhammad Saw. Budi pekerti terindah, budi pekerti yang paling ramah, budi pekerti yang paling luhur, budi pekerti yang paling suci, budi pekerti yang paling indah, budi pekerti Sayyidina Muhammad Saw wabarak alaihi wa ‘ala alih.
Hadirin – hadirat, perindahlah hari – harimu untuk menjadikan dirimu sebagai orang – orang yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad Saw pada keluargamu, pada teman – temanmu dengan handphone, dengan ucapan, dengan tulisan, dengan apapun yang kau miliki. Jadikan hari – harimu matahari dan bulan menyaksikanmu sebagai orang yang membantu dakwah Sayyidina Muhammad Saw, jadikan bumi yang kau lewati saat ini mulai keluar dari tempat sampai ke tempat ini, sungguh Allah telah mengharamkan kaki yang melangkah menuju tempat ke jalan Allah diharamkan oleh Allah dari api neraka, amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Rasul Saw bersabda barangsiapa yang berdebu (maksudnya melangkah) kedua kakinya menuju jalan Allah, majelis ta’lim, majelis dzikir, masjid, sholat jama’ah, tempat ibadah, silaturahmi islami, ziarah, dan tempat – tempat mulia lain, tempat - tempat menuju tempat ibadah adalah فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ maka kedua kakinya diharamkan oleh Allah dari api neraka. Hadirin – hadirat, kalau sudah kedua kakinya diharamkan dari api neraka maka seluruh tubuhnya tiada akan masuk api neraka karena kaki tidak terlepas dari tubuh, demikian hadirin saat seluruh hamba dibangkitkan maka ketika tubuh akan masuk neraka, kaki yang akan diharamkan Allah masuk neraka tidak jadi buat dia masuk neraka. Kalau kaki sudah demikian termuliakan yang menuju tempat – tempat ibadah, lebih – lebih lagi jiwa yang menuju Allah, yang membantu Sayyidina Muhammad Saw. Saat kau bangun sholat subuh, teman – temanmu sms barangkali belum bangun sholat subuh dan itu berhasil atau tidak dapat pahalanya. Waktu sholat lainnya saling menasehati, ayo sholat, udah sholat, hadirin – hadirat, ucapan seperti itu harga yang tidak berarti buatmu tapi hal itu adalah juga membangkitkan syiar daripada ucapan – ucapan yang tidak membawa pahala bahkan mungkin membawa dosa. Hadirin – hadirat, hal – hal yang remeh temeh seperti itu tidak kecil disaat kau sudah berada dibawah gundukan tanah.Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Allah Swt berfirman :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Siapakah yang ucapannya lebih indah dari orang yang mengajak kepada Allah? , dan beramal shalih dan berkata (mengakui bahwa) aku adalah orang muslim” (QS Fusshilat 33)Mengajak orang sholat, mengingatkan orang sholat, mengingatkan orang ibadah, mengingatkan orang mengerti dosa, tidak ada ucapan yang lebih indah dari itu dan beramal sholeh dan berkata aku orang muslim. Semoga Allah menjadikanku dan kalian semua dalam kelompok itu, amin. Bawa cita – cita Sayyidina Muhammad, bawa kelembutan dan kedamaian Sayyidina Muhammad Saw. Bulan ini, bulan yang agung. Bulan ini, bulan luhur. Bulan ini, bulan Sayyidina Muhammad Saw. Hadirin, saudara – saudariku yang kumuliakan, bangkitlah dari majelis ini dengan membawa semangat Muhammad Rasulullah Saw maka akan kau lihat keberkahan berlimpah pada hari – harimu dan kemudahan dibuka seluas – luasnya oleh Sang Maha Meluaskan Rizqi.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
..kullu man ya’syaq Muhammad fi amanin wa salaam.. dikatakan oleh para penyair kita para ulama kita, orang yang rindu kepada Nabi Muhammad Saw dalam keadaan aman dan selamat dunia akhirat. Orang yang rindu kepada Rasulullah Saw, cinta kepada Rasulullah Saw, Allah berikan kecukupan didalam kehidupannya dan ia akan bersama Rasul di yaumal qiyamah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, dan dibulan yg padanya malam yang agung yaitu malam nisfu sya’ban tepatnya malam ahad yang akan datang, Rasul Saw bersabda diriwayatkan didalam Shahih Ibn Hibban bahwa Allah mengawasi penduduk bumi di malam nisfu sya’ban, malam 15 sya’ban, Allah mengawasi penduduk bumi dan mengampuni semua penduduk bumi kecuali yang menyembah selain Allah dan yang suka bertengkar, punya sifat suka bertengkar dengan orang lain, suka berdebat dengan orang lain, yang begitu nggak dapat pengampunan. Semoga kita semua mendapatkan pengampunan dari Allah, amin. Ini sebelum malam nisfu sya’ban sudah diampuni oleh Allah, amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan didalam Musnad Imam Ahmad dan lainnya, ketika suatu malam Rasul Saw keluar maka Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu ‘anha mengikuti kemana Nabi Saw pergi? Ternyata Rasul Saw berhenti di pekuburan Baqi’ dan berdoa setelah itu kembali. Ditanya oleh Sayyidatuna Aisyah, “ada apa ya Rasulullah do’amu panjang sekali di pekuburan Baqi’ berziarah? Rasul Saw berkata“wahai Aisyah taukah kau ini malam apa? Ini malam nisfu sya’ban, malam dimana banyak Allah mengampuni dosa – dosa hamba - hamba-Nya kecuali orang yang menyembah selain Allah dan orang yang suka bertengkar”. Banyak riwayat tentang ini.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Di malam nisfu sya’ban itu Allah Swt mencatatkan ketentuan – ketentuan Allah yang akan datang sampai malam 15 sya’ban tahun yang akan datang. Apakah hamba itu akan diwafatkan di tahun ini atau akan sampai usianya hingga malam nisfu sya’ban di tahun yang akan datang dan juga ketentuan – ketentuan lainnya maka para ulama kita mengajarkan untuk memperbanyak do’a di malam itu. Maka diajarkan membaca surat yassin 3x sebagaimana dibaca tiap tahun, yang pertama dipanjangkan usia, yang kedua supaya diampuni dosa, lalu diluaskan rizqinya dzohir dan bathin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Do’a – do’a di malam nisfu sya’ban itu, dikabulkan oleh Allah. Diajarkan oleh para ulama kita untuk membaca surat yassin. Kenapa? karena lebih dari 25 riwayat hadits Nabi Saw, diriwayat Sunan Imam Baihaqi AlKubra, Ma’ajamul Kabir At-Thabrani, Musnad Imam Ahmad dan lainnya bahwa yassin qalbul qur’an. Rasul bersabda surat yassin itu adalah jantungnya alqur’anul karim, maka ada riwayat membaca alqur’an secara keseluruhan yang tentunya panjang, baca surat yassin. Karena sesungguhnya Rasul Saw bersabda barangsiapa membaca surat yassin dengan niat karena Allah Swt maka Allah ampuni dosa – dosanya, tabarakallahu.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka oleh sebab itu di malam nisfu sya’ban, malam yang sangat agung ditentukan ketentuan kita setahun yang akan datang, kita memperbanyak do’a di malam itu, Insya Allah acara nanti di malam nisfu sya’ban sukses,.amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Dijelaskan di dalam Sunan Alkubra oleh Imam Baihaqi bahwa Imam Syafi’i berkata 5 malam mustajabnya do’a yaitu malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, malam 1 Rajab dan malam Jum’at. Ada riwayat lain juga tentunya malam – malam seperti malam Nuzulul Qur’an, malam Lailatul Qadr dan lainnya. Namun Imam Syafi’i mengambil 5 malam yang jarang diketahui orang, kalau malam lailatul qadr semua sudah tau, malam mustajabnya do’a. Tapi seperti malam 1 rajab, malam jum’at, malam nisfu sya’ban, malam Idul fitri, malam Idul adha ini banyak orang tidak tau. Malam – malam Idul adha, malam Idul fitri orang tenggelam dalam ghaflah (lalai), dalam dosa, dalam maksiat, justru malam itu malam mustajab do’a. Imam Syafi’i menyampaikan kepada kita rahasia kemuliaan didalamnya karena belum didengar oleh umat. Imam Syafi’i tidak menyebut malam lailatul qadr karena semua orang sudah tau, jadi disebut yang tidak diketahui orang supaya orang tau. Kita melewati berapa malam jum’at dalam kehidupan kita disaat itu mustajabnya do’a?
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu layak bagi kita untuk memuliakan malam nisfu sya’ban itu. Sebagaimana diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Imam Masjid Quba setiap kali sholat ia selalu membaca surat Al Ikhlas, setiap sholat ia selalu membaca surat Al Fatihah, Al Ikhlas, baru surat lainnya. Al Ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya maka makmumnya protes kenapa setiap mengimami Al Ikhlas selalu dibaca baru surat lain? maka Imam berkata: “kalau kalian tidak ingin aku jadi imam aku pergi, kalau tidak orang lain yang jadi imam aku yang do’a”, maka para makmumnya cinta kepada imam ini, namun sebagian mengadukan pada Rasul Saw. “Ya Rasulullah ini bikin ajaran baru”, “apa?”, “setiap baca fatihah ia baca surat Al Ikhlas baru surat lain, kenapa Al Ikhlas yang ia dahulukan dibaca terus, beda apa Al Ikhlas dengan surat lain, kenapa harus Al Ikhlas terus baru surat lainnya yang dibaca”. Dipanggil oleh Rasul Saw “kenapa kau membaca surat Al Ikhlas setiap setelah fatihah baru membaca surat lain?”, ia berkata “inniy uhibbuhaa” nggak ada jawaban apa – apa ya Rasulullah, aku ciinta dengan surat Al Ikhlas, aku tidak mau pisah dengan kalimat
قُلْ هُوَالله أَحَدٌ
maka Rasul Saw berkata “hubbuka iyyahaa adkhalakal jannah” cintanya kepada surat al ikhlas membuatnya masuk ke dalam surga-Nya Allah. Al Imam Ibn Hajar Al-Atsqalani didalam Fathul Baari bi syarah Shahih Bukhari memaknakan hadits ini menjadi dalil bahwa tidak merupakan hal yang salah bila seseorang memilih salah satu surat yang ia cintai untuk diamalkan. Misalnya setiap malam jum’at membaca surat yaasin atau malam nisfu sya’ban membaca yaasiin, kenapa surat yaasin? orang dari dulu baca yaasin kenapa harus surat lain, ia berkata “terserah orang mau baca surat ini surat itu, ia khususkan surat itu, ia cintai surat itu” maka hal itu tidak bisa mengatakan membeda – bedakan kalamullah Swt, tidak bisa demikian dikatakan oleh Imam Ibn Hajar Al Atsqalani. Sebab kalau seandainya itu dianggap membeda – bedakan alqur’an pasti imam masjid quba sudah dilarang oleh Rasulullah Saw maka Rasul mengatakan “hubbuka iyyahaa adkhalakal jannah” cintamu pada surat itu akan membuatmu masuk ke dalam surga. Demikian mencintai atau membaca salah satu surat tertentu di waktu tertentu tidak bisa dilarang atau dikatakan bid’ah, justru hal itu sudah diperbolehkan oleh Sayyidina Muhammad Saw.Selanjutnya adalah hadits yang kita baca,
إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ
seorang muslim yang paling jahat kepada muslim lainnya orang muslim yang paling jahat paling besar dosanya paling besar kejahatannya adalah orang yang mempermasalahkan hal yang tidak diharamkan jadi haram gara – gara ia permasalahkan. Banyak sekarang yang muncul seperti ini, yang mengharamkan maulid, yang mengharamkan nisfu sya’ban, yang mengharamkan isra mi’raj. Hal ini tidak diharamkan dipermasalahkan hingga menjadi haram, padahal semuanya adalah syiar :ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
"barangsiapa yang membesarkan syiar – syiar Allah, sungguh itu bentuk ketaqwaan hati." (QS Alhajj 32)Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Disinilah kita memahami bahwa keagungan – keagungan syiar di masa ghaflahnya umat sangat dibutuhkan, kalau zaman dulu sudah kuat imannya muslimin – muslimat itu tapi zaman sekarang dimana ditemukan menyerukan Nama Allah, dimana kumpulan – kumpulan dzikir, lihat kumpulan – kumpulan dosa, perbuatan – perbuatan dosa, lihat luluh lantah dan hancurnya umat Muhammad Saw paling besar. Hadirin – hadirat, umat Muhammad Saw sekarang ini betul – betul menyayat hati Sang Nabi keadaannya, siapa yang berdzikir? siapa yang mengingat Allah? siapa lagi yang mau peduli di malam nisfu sya’ban, Sang Nabi bermunajat. Hadirin – hadirat, siapa lagi yang mau baca surat yassin, qalbul qur’an jantungnya alqur’an, siapa yang mau menghidupkan sunnah – sunnahnya Rasul makin hari makin tidak dikenal. Justru perkumpulan seperti inilah yang mesti dimakmurkan, mereka yang tidak suka semoga diberi hidayah, amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Para ulama dan shalihin sangat dibutuhkan menjadi gerbang Dakwah Sang Nabi Saw di dunia dan di akhirat bahkan di alam barzah. Diriwayatkan bahwa salah seorang murid Imam Ghazali, ketika Imam Ghazali wafat ia bermimpi jumpa dengan gurunya yaitu Imam Ghazali. Mimpi tidak bisa dijadikan dalil, Rasul Saw bersabda barangsiapa yang melihat hal yang baik maka itu dari Allah, barangsiapa yang bermimpi hal yang baik maka itu dari Allah, barangsiapa melihat hal yang buruk maka itu dari syaitan. Barangsiapa yang melihat hal yang baik maka itu dari Allah, hendaknya ia mengucapkan اَلْحَمْدُلِلّهِ`yang mimpi buruk atau melihat hal yang buruk maka itu dari syaitan maka hendaknya ia mengucap kalimat ta’awudz atau
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ
maka mimpi buruknya itu tidak akan membawa keburukan apa – apa. Kalau hal yang baik adalah dari Allah maka pahamlah kita bahwa mimpi baik itu dari Allah, Allah tidak berdusta maka mimpi baik itu dari Allah, patut dipercaya.Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul Saw bersabda diriwayatkan didalam Shahih Bukhari
مَنْ رَآنِيْ فِي اْلمَنَامِ فَقَدْ رَآنِيْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِيْ
“barangsiapa yang melihatku dalam mimpi sesungguhnya ia melihat aku karena syaitan tidak bisa menyerupaiku”.Dan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari salah satu dari bentuk 41 kenabian adalah الرُّؤْياَ الصَّالِحِة mimpi yang baik.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Muridnya Imam Ghazali ketika gurunya wafat, Imam Ghazali berdiri dihadapan Rasul Saw jumpa para Nabi, para Nabi – Nabi lalu Nabi Musa as berkata kepada Rasul “ya Muhammad kau ini berkata ulama umatmu seperti Nabi – Nabi Bani Israil (tentunya bukan derajat kenabian, kenabian menerima wahyu) tapi keshalihannya, ibadahnya menyerupai para Nabi Bani Israil, kedudukan derajat kenabian. Rasul Saw berkata “coba aku ingin lihat salah satu dari umatmu wahai Muhammad, pertemukan denganku, aku ingin lihat yang kau bilang ulama umatmu bagaikan Nabi Bani Israil. Katanya Musa as mengakui seperti Nabi – Nabi Bani Israil, lihat ulama umatmu yang kau katakan seperti kami, bukan maksudnya derajat kenabian seperti mereka namun keshalihannya tapi dari segi ibadah, dan lainnya seperti ulama – ulama Nabi Muhammad Saw dimuliakan Rasul Saw. Maka Rasul Saw memanggil Imam Ghazali, datang kemudian duduk lalu Nabi Musa berkata wahai Muhammad izinkan aku menguji umatmu ini yang kau katakan ulama seperti Nabi, “silahkan” Rasulullah berkata. Maka berkata Nabi Musa as “namamu siapa? Maka Imam Ghazali menjawab aku Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Atthusi, namaku Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Atthusi maka berkata Nabi Musa “ditanya nama nyebut gelar, aku tidak tanya nama kakekmu, bapakmu, gelarmu, yang kutanyakan namamu siapa? bukan nama bapakmu, kakekmu, gelarmu tidak kutanya itu, kenapa kau jawab seperti itu? salah umatmu ini ya Muhammad” . Imam Ghazali menunduk, lalu berkata “ya Rasulullah apakah aku diizinkan menjawab? “silahkan” Rasul berkata. Maka berkata Imam Ghazali “wahai Nabi Musa ketika kau ditanya oleh Allah, apa itu dikananmu wahai Musa? kau menjawab “ini tongkatku, aku bersandar padanya, aku menggunakannya untuk menggembala kambing, aku menggunakannya untuk hal lainnya”(QS Thaha 17-18), kau sendiri cuma ditanya apa ditangan kananmu, kau menjawab sepanjang – panjangnya” lalu Nabi Musa pun terdiam, lantas berkata Rasul Saw “ayo wahai Musa, adakah diummatmu seperti ini?”, Nabi Musa berkata “tidak ada ya Muhammad..
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian keluhuran di alam barzah, datang waktunya aku dan kalian menyusul ke alam barzah, kehidupan dunia yang sementara ini jadikanlah perantara untuk mencapai keluhuran.
Kita bermunajat semoga Allah Swt melimpahkan keluhuran dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, kesejahteraan dunia dan akhirat, kemakmuran dunia dan akhirat, kemudahan dunia dan akhirat
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا...
Katakanlah bersama-samaيَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ
Dengan kemuliaan bulan sya’ban puluhan ribu muslimin memanggil Nama-Mu, tidak ada nama yang lebih berhak diserukan melebihi Nama-Nya, tidak ada Nama yang lebih pantas diagungkan melebihi Nama-Nya, limpahi kami pengampunan, kebahagiaan, kedamaian, kesejukkan, tiada Nama yang lebih berhak digemuruhkan melebihi Nama-Nya, tidak ada Nama yang lebih pantas diagungkan melebihi Nama-Nya,يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ
Wahai Nama Yang Maha Luhur, wahai Yang Maha Mencipta alam semesta dari tiada, wahai Yang Memiliki setiap nafas kami, berapa sisa nafas kami yang Kau sisakan dalam kehidupan dunia,يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ
Kami mengaku lemah dalam menjalankan perintah-Mu, dalam menjauhi larangan-Mu, kami mengadukan kelemahan kami kepada-Mu wahai Yang Maha Memberi kekuatan, Yang Maha Menghidupkan, Yang Maha Membangkitkan,يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ
Kami risau dengan sisa usia kami, kami risau terjebak dosa – dosa di masa mendatang, kami titipkan pada gerbang Kedermawanan-Mu pada samudera Kasih Sayang-Mu,يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ
Tenangkan wilayah kami, tenangkan kota kami, tenangkan bangsa kami, tenangkan muslimin di barat dan timur,يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لَاإِلهَ إِلَّا الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Hadirin – hadirat, selanjutnya kita dengarkan qasidah oleh fadhilatul sayyid adda’i ila allah Al Habib Ibrahim Al Aidid setelah itu kita melakukan sholat ghaib atas permintaan guru mulia AlMusnid Al ‘Arif billah AlHabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh dan beberapa nama yang disampaikan untuk disholat ghaibkan.Hadits Agama Adalah Nasehat
AGAMA ADALAH NASEHAT عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ Artinya: Dari Tamim ad-dari bahwa Nabi SAW bersabda:” ad-Din adalah nasehat”. Kami berkata untuk siapa? Rasul menjawab:” Untuk Allah, kitab-nya, rasulnya, untuk pemimpin Islam dan umatnya” (HR Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i) Keutamaan Hadits Hadits ini termasuk salah satu hadits yang dimuat dalam kumpulan 40 Hadits Imam An-Nawawi, yang berarti termasuk hadits dari pokok-pokok Islam yang penting. Berkata Al-Hafizh Abu Nu’aim:”Hadits ini mencakup masalah yang besar”. Berkata Muhammad bin Aslam Ath-Thusi:” Hadits ini merupakan seperempat bagian dari agama”. Berkata Ibnu Rajab:”Fiqh berputar pada lima hadits....diantaranya hadits nasehat ini”. Berkata Mukhidin bin Al-Arabi:” Tidak ada kesempurnaan akhlak yang lebih teliti, jeli dan agung melebihi nasehat”. Nash-Nash yang Terkait dengan Hadits ini. Allah swt berfirman: “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taubah 91) Hadits Rasulullah saw: “Siapa yang tidak memperhatikan urusan umat Islam maka bungan termasuk mereka. Dan siapa yang pagi dan siangnya tidak menyampaikan nasehat kepada allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, imam dan umumnya umat Islam maka bukan termasuk mereka” (HR At-Tabrani) “Allah Ta’ala berfirman (dalam Hadits Qudsi): Ibadah hamba-Ku kepada-Ku yang paling aku cintai adalah memberi nasehat kepada-Ku (HR Ahmad, berkata Zainul Huffadz: Sanadnya dhaif). Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya ridha untukmu tiga hal, dan juga benci bagimu tiga hal: Ridha untukmu jika menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berselisih, dan saling nasehat menasehati terhadap orang yang Allah beri kedudukan memerintah urusanmu. Dan Allah membenci, ungkapan katanya, banyak tanya dan menyia-nyiakan harta” (HR Muslim). Dari Jarir berkata:” saya membai’at Rasulullah saw untuk menegakkan shalat, membayar zakat dan memberi nasehat pada setiap muslim.” (HR Bukhari dan Muslim) Memberi Nasehat adalah Aktifitas Para Nabi. Allah swt berfirman tentang nabi Nuh as. Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam". "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui" (QS Al-A’raaf 61-62). Firman Allah tentang nabi Hud as: Hud berkata: "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu" (QS Al-A’raaf 67- 68). Firman Allah tentang nabi Shalih as: Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat" (QS Al-A’raaf 79). Firman Allah tentang nabi Syua’ib as: Maka Syu`aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?" (QS Al-A’raaf 93). Makna Nasehat Nasehat secara bahasa dari kata ‘nash’ yang berarti khalus, bersih atau murni, lawan dari curang atau kotor. Sehingga jika nasehat tersebut dalam bentuk ucapan harus jauh dari kecurangan dan motivasi kotor. Sedangkan secara istilah, sebuah kata yang mengungkapkan kemauan berbuat baik kepada obyek yang diberi nasehat. Berkata Ibnu Shalah: Nasehat adalah kata-kata yang mencakup aktifitas seorang nasih kepada yang diberi nasehat dalam bentuk iradah (tekad) dan perbuatan. Disebutkan ‘nashaha tsaub’ artinya menjahit baju, seolah orang memberi nasehat seperti orang yang menjahit lubang-lubang yang ada baju. Nasehat kepada Allah berarti mentauhidkan Allah, mensifati-Nya dengan sifat Kamal dan Jalal, dan mensucikan-Nya dari segala kemusyrikan. Ikhlas kepada Allah dalam beramal, menjauhi kemaksiatan, mentaati dan mencintai-Nya dan berjihad terhadap orang-orang yang mengingkari-Nya. Nasehat kepada Rasul saw dengan cara mengimani Rasul saw dan segala yang datang darinya. Mencintai, menghormati, menghidupkan sunahnya, menyebarkan ilmunya. Mencintai orang yang mencintainya, membenci dan memerangi orang yang membenci dan memeranginya, mencontoh akhlaknya, mengikuti adabnya dan mencintai keluarga dan sahabatnya. Nasehat kepada Pemimpin Umat Islam dengan cara membantunya dalam kebenaran dan mentaatinya. Mengingatkan dan menyadarkan jika lalai dan salah dengan penuh kelembutan dan penghormatan. Mendo’akan untuk kebaikan pemimpin-pemimpin umat Islam. Nasehat kepada umat Islam dengan mengajarkan mereka kepada ajaran Islam dan membimbingnya. Menutupi aib umat Islam, mencintai mereka sebagaimana mencintai dirinya, membenci bagi mereka apa yang dibenci dirinya dari keburukan dan mendo’akan untuk kebaikan mereka di dunia dan akhirat. Dan diantara bentuk nasehat kepada umat Islam juga menyingkirkan segala sesuatu yang membahayakan umat Islam. Mengutamakan yang fakir, mengajari yang belum tahu ajaran Islam, menyadarkan kesalahannya dengan penuh kelembutan dan menolong mereka dalam kebaikan dan takwa. Jika melihat makna dan ruang lingkup nasehat maka semua orang membutuhkan nasehat, baik menerima nasehat atau memberi nasehat. Karena nasehat merupakan aktifitas penyadaran atas kelalaian manusia dan penyempurnaan akan kekurangan-kekurangannya. Dan orang yang menolak nasehat dan marah jika dinasehati, mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan kebaikan, tidak ingin maju, tertipu dan sombong. Dan salah satu bentuk nasehat yang harus diutamakan adalah memberi nasehatkepada yang memintanya. Rasulullah saw bersabda: “Jika salah seorang saudaramu minta nasehat maka berilah nasehat dan mudahkanlah dalam memberi”(HR Bukhari) Nasehat adalah prinsip dasar dalam kehidupan umat Islam karena kehidupan umat dibangun atas dasar ukhuwah Islamiyah dan tolong menolong. Maka nasehat adalah bentuk kongkrit dari ukhuwah dan tolong-menolong. Walaupun begitu nasehat harus dilakukan dengan penuh ikhlas sesuai dengan makna nasehat tersebut. Lebih dari itu nasehat akan sampai pada sasaran jika dilakukan dengan adab yang baik, yaitu dengan cara menyampaikannya dengan penuh kelembutan dan kecintaan. Jika sesuatu yang disampaikan terkait dengan aib dirinya maka penyampaiannya harus secara rahasia. Kecuali yang bersangkutan memang melakukannya dengan terang-terangan dan terbuka. Keutamaan Menyampaikan Nasehat Nasehat adalah aktifitas para nabi sesuai dengan ayat-ayat diatas. Tidaklah perbuatan yang dilakukan para nabi kecuali perbuatan utama. Nasehat juga merupakan pilar Islam yang paling pokok. Berkata Abu Bakar Al-Muzani:” Kelebihan Abu Bakar ra atas sahabat yang lain bukan pada saum dan shalatnya tetapi pada sesuatu yang ada pada hatinya yaitu mencintai karena Allah dan memberi nasehat kepada mahluknya. Ibnu Mubarak pernah ditanya: Amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab:” Memberi nasehat karena Allah”. Demikianlah betapa utamanya nasehat dalam pandangan Islam sehingga saling nasehat menasehati harus dibudayakan oleh umat Islam. Hal ini karena tidak ada seorangpun yang sempurna sehingga ketika ketika kita melihat saudara kita lalai maka kita wajib memberi nasehat padanya, begitu juga sebaliknya. Dalam sejarah Islam banyak dicontohkan pemimpin-pemimpin umat yang menerima nasehat dengan baik dan bahkan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang memberi nasehat. Umar bin Khattab mengatakan:” Semoga Allah merahmati seseorang yang memberitahukan aibku”. Suatu hari seseorang berkata pada Umar :” Bertakwalah engkau !”. Maka mendengar ungkapan tersebut yang lainnya menghardik dan mengatakan:” Engkau mengatakan kepada Amirul Mukminin, bertakwalah!”. Tetapi Umar bin Khattab mencegah dan berkata:” Tidak ada kebaikan padamu jika engkau tidak mengatakan ungkapan tersebut, dan tidak ada kebaikan bagi kami jika tidak mendengarkannya”. Begitu juga saat Umar ingin ikut berperang melawan Parsia, sebagian sahabat melarang, karena kesertaannya dalam suatu peperangan akan berdampak buruk dan berbahaya bagi umat Islam. Maka Umar bin Khattab menerima nasehat tersebut. Nasehat adalah prinsip dasar dalam kehidupan umat Islam karena kehidupan umat dibangun atas dasar ukhuwah Islamiyah dan tolong menolong. Maka nasehat adalah bentuk kongkrit dari ukhuwah dan tolong-menolong. Namun demikian dalam memberi nasehat haruslah dengan niat ikhlas karena Allah, tidak mencari popularitas, ketenaran dan motivasi rendah lainnya. Karena nasehat adalah agama dan dalam melaksanakan agama harus ikhlas karena Allah. Nasehat juga harus dilakukan dengan baik dan bijaksana. Nasehat bukanlah membuka aib seseorang di muka umum, karena nasehat adalah perbaikan sedangkan membuka aib adalah kerusakan. Oleh karenanya dalam memberi nasehat harus dijauhkan dari cara-cara yang kasar dan keras. Semakin lembut dalam memberikan nasehat semakin diterima oleh hati, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS Ali-Imran 159). Diceritakan di masa kekuasaan Bani Abasiah, ada seoarang lelaki yang memberi nasehat kepada al-Makmun, kemudian ia masuk istana dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, tetapi dengan cara yang kasar. Maka berkata al-Ma’mun: ”Wahai saudaraku, sesungguhnya Allah telah mengutus orang yang lebih baik darimu kepada orang yang lebih jelek dariku. Allah mengutus Musa dan Harun as kepad Fir’aun dan Allah berfirman, artinya:”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut" (QS Thaaha 44). Begitulah, nasehat hendaknya dibungkus dengan kata-kata yang baik sehingga mudah diterima dan mudah dilaksanakan. Sedangkan ungkapan yang kasar akan menyakitkan dan menyebabkan permusuhan. Sifat orang beriman adalah memberi nasehat dan menutup aib saudaranya sedangkan sifat orang fasik membiarkan kesalahan temannya dan membuka aibnya. Seseorang yang hari ini memberi nasehat mungkin saja besok mendapat nasehat, karena nasehat tidak terkait dengan orang tertentu dan pekerjaan tertentu. Dan karena manusia memiliki karakteristik suka salah dan lupa. Sehingga ketika ia pada hari ini lupa atau salah maka yang lain mengingatkan begitu juga orang yang hari ini memberi nasehat mungkin besok lupa atau salah sehingga harus dinasehati dan diingatkan. Betapa pentingnya nasehat sampai imam asy-Syafi’i mengomentari surat al-Ashr: ”Jika saja Allah hanya menurunkan surat al-Ashr maka sudah cukuplah surat ini sebagai pedoman untuk manusia.” Ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, beliau menulis surat kepada imam Hasan al-Bashri agar memberi nasehat dan menceritakan sifat-sifat pemimpin yang adil. Maka imam Hasan al-Bashri menulis surat diantara isinya: “Ketahuilah, wahai Amirul Mukminin sesungguhnya Allah menjadikan pemimpin yang adil untuk meluruskan orang yang menyimpang, mengembalikan arah bagi yang berdosa, memperbaiki yang rusak, memberi kekuatan bagi yang lemah, menegakkan keadilan bagi yang zhalim, menyadarkan yang lalai. Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin seperti pengembala yang penuh kasih sayang atas penggembalaannya, yang menggiringnya ke tempat penggembalaan yang baik, menjauhkan dari bahaya yang mengancamnya, memeliharanya dari binatang buas, menjaganya dari panas terik dan hujan. Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin seperti ayah yang bertanggung-jawab. Lembut lembut terhadap anaknya. Bekerja untuk anak-anaknya saat masih kecil, mengajarkan mereka dan mengurusi kebutuhan hidupnya dan menabung untuk mereka setelah matinya. Pemimpin yang adil wahai amirul Mukminin seperti ibu yang lembut terhadap anaknya, mengandung dan melahirkannya dengan susah payah, mengasuhnya ketika kecil, ikut begadang ketika anaknya bangun malam, dan ikut tenang ketika anaknya tenang. Suatu saat menyusuinya, pada saat yang lain melepaskannya. Merasa senang dengan kesehatannya dan merasa berduka dengan sakitnya. Pemimpin wahai Amirul Mukminin seperti hati dengan anggota badan. Anggota badan akan baik jika hatinya baik dan anggota badan akan rusak jika hatinya rusak. Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin adalah orang yang berdiri diantara Allah dan hambanya, mendengar firman Allah dan memperdengarkannya, mengenal Allah dan memperkenalkannya, dipimpin Allah dan memimpin mereka. Jangan sampai engkau wahai Amirul Mukminin seperti hamba yang diberi amanah Allah ibarat budak yang diberi amanah oleh majikannya tentang harta dan keluarga , kemudian menyia-nyiakan harta dan menghancurkan keluarga, membuat miskin anggota keluarga dan membuang harta benda. Ketahuilah wahai Amirul Mukminin sesungguhnya Allah menurunkan hudud (hukuman) agar menyadarkan orang dari perbuatan kotor dan keji, bagaimana jika hal itu dilakukan orang yang mesti menegakkannya? Dan Allah menurunkan qishash sebagai jaminan kehidupan bagi hambanya, bagaimana jika yang memimpin melakukan pembunuhan yang mestinya menegakkan qishash kepada mereka? Ingatlah wahai Amirul Mukminin akan kematian dan sesudahnya, sedikitnya temanmu dan pembelamu disana. Maka hendaknya engkau mempersiapkan bekal untuk kematian dan kehidupan sesudahnya yaitu di hari yang besar”. |
Langganan:
Postingan (Atom)