Minggu, 29 Januari 2012

Tutorial Design Grafis dengan PhotoShop

PhotoShop saat ini telah menjadi salah satu aplikasi design grafis yang paling populer, banyak versi terbaru dari PhotoShop, tetapi untuk tutorial ini, Penulis hanya menggunakan PhotoShop versi 7.0, sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan versi terbarunya (seri CS), hanya saja menggunakan versi 7.0 jauh lebih ringan dan fiturnya pun dapat di gunakan sepenuhnya karena penulis memiliki serial numbernya (dapat anda download di bagian bawah dari postingan ini).
Bila anda ingin belajar lebih jauh mengenai penggunaan aplikasi ini, silahkan anda ikuti tutorialnya :
(Ket: Bagi pengguna internet berbasis CDMA/GSM, mengakses tutorial diatas mungkin agak kesulitan karena link merupakan file pdf, berikut saya berikan dibawah ini link download yang sebenarnya juga pdf, tetapi saya rename dengan membuang ekstensinya sehingga dapat didownload biasa, hanya saja, setelah selesai di download, anda harus merename kembali file tersebut dengan menambahkan akhiran .pdf pada nama file nya, contoh : file sp-melukis-digital di rename menjadi sp-melukis-digital.pdf ) agar dapat di buka).
Bila anda tidak memiliki aplikasinya, anda boleh download aplikasi tersebut di bawah ini :
1. Photo Shop 7.0.zip.
2. Photo Shop 7.0.Rar
3. Photo Shop 7.0 Portable.
dan untuk dapat menggunakan fitur PhotoShop Versi 7.0 secara penuh, anda harus memasukkan Serial Number yang valid :
Serial Number Photo Shop 7.0 <— Pass : jinhos.wordpress.com

puisi hati

ku bertanya pada malam
ku bertanya pada bintang
sedang apa kau duhai sayangku
*
di sini angin menyampaikan
salammu salam sayang
salam sejuta cinta dan rindu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
pejamkanlah matamu
dan kau tenangkan hatimu
dan kau rasakan aku memelukmu
sabar sabar sabarlah sayangku
semua ini kan cepat berlalu
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu
(sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu)
sebutlah namaku di setiap nafasmu
ku kan datang kepadamu sayang
panggil panggil aku segenap rasamu
dan rasakan aku membelaimu

Puisi Sang Pujangga

Sinar senja begitu merahnya
Seakan langit terluka bersama sang pujangga
Berlumur darah karyanya tertulis
Dalam kertas lusuh yang terakhir
Yang terakhir….
Bersandar di nisannya
Ia terbata mengkhayalkannya
Sinar mata sang putri tidur
Yang kini terbangun
Mengutuk gelapnya petang
Gemetar memandang bayangnya
Kecantikan poros tubuh
Dan indahnya rambut cermin bulan
Betapa mengerikannya…
Keindahan yang mencabut nyawa
Dengan kata bertinta darah
Entah bukan dendam ia tuliskan
Meski luka yang ia dapatkan
Begitu dalam….
Kata terakhir….
Hanya berupa sebaris frasa
Dan siapa pun ngeri membayangkannya
Sebuah frasa menjadi tanya
Pantaskah ini semua
Hanya demi sebuah frasa
Hilang sudah sebuah nyawa
Bukan dongeng sayang
Meski lelap karya ini
Membawamu ke alam mimpi
Tak seindah itu…
Hanya sepi sendiri…..