Minggu, 22 Januari 2012

MEMAHAMI KARAKTER SANTRI



Kenakalan seseorang itu disebabkan oleh beberapa factor. Satu diantaranya ialah: dikarenakan factor lingkungan, yang mana mereka hidup dikelilingi oleh orang-orang yang kurang berpendidikan. Kehidupan sehari-hari mereka hanya mementingkan duniawinya saja, tanpa memperdulikan akhirat mereka. Secara otomatis jika kita hidup diantara mereka, hanya membawa iman seadanya, sifat dan kebiasaan kitapun bisa terbawa oleh kehidupan orang yang mempunyai karakter kurang baik. Dan banyak hal lain yang menyebabkan kenapa anak itu bisa nakal. 


Bagaimana kalau seperti pesantren
, secara logica pesantren adalah tempat orang-orang yang berpendidikan, dan didalam pesantren juga diterapkan dan diajarkan bagaimana kita menjalani hidup secara islami dan berada dalam naungan Ilahi. Tapi kenapa masih ada anak yang nakal.? Anak nakal itu ada dimana-mana, tidak hanya berada didalam pesantren, bahkan menurut saya sudah sangat wajar jika dalam pesantern itu didominan  oleh anak-anak nakal. Karena dari sebagian orang tua mereka yang memondokkan anaknya, dikarenakan orang tua mereka sudah tidak mampu lagi menjaga anak nya yang sudah kelawat nakal.


Bagaimana cara merubah mereka, dari sifat yang jelek itu menjadi sifat yang baik..?

1.       Memberi arahan yang baik, selalu mengajarkan tabiat-tabiat yang baik. Mengenalkan kepada mereka, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan.

2.       Memberikan contoh yang baik. Jika guru beranai berbicara pada murid, maka guru harus bisa mempraktekkan nya. Karena anak asuh itu mencontoh kepada orang yang mendidiknya.

3.       Guru harus benar-benar tau dengan keadaan dan karakter murid. Karena karakter yang berbeda tidak bisa dirubah dengan cara yang sama.

4.       Guru harus lebih aktif ketika mengajar. Karena jika guru jarang aktif, maka akan membuat santri jadi malas untuk berangkat kesekolah, santri akan berfikir “mungkin hari ini tidak masuk, tidur aja ah.. daripada capek-capek kesekolah”. Karena saya sering mendengar dari temen-temen formal, kalau mereka sering berkata seperti itu. Dan memang pada kenyataan nya guru formal jarang aktif, bahkan setiap harinya hanya masuk dua mata pelajaran. Terkadang tidak ada yang masuk sampai pulang nya waktu sekolah. jadi jangan salahkan murid kalau jarang masuk sekolah, karena penyebab awalnya adalah ketidak aktifan seorang guru.


Empat yang kami sebutkan diatas hanya sebagian cara bagaimana mengatasi kenakalan santri. Yang paling penting untuk mencegah ketidak aktifan seorang santri adalah: guru harus aktif dalam mengontrol dan menjaga santri. Kalau bisa setiap hari guru mengontrol anak-anak yang mau berangkat sekolah. karena kalau cuman panggilan yang dilakuka oleh pak samsul huda setiap pagi itu kayaknya kurang efektif, karena anak-anak masih banyak yang terlambat.