Minggu, 22 Januari 2012

Al – Lathifiyyah II Adalah Bumi Tercinta

 
      Selam
a delapan tahun kakiku menginjak di bumi al-khoirot , selama delapan tahun pula aku menimbaba ilmu dibumi al-khoirot. Bumi al-khoirot adalah rumah singgah yang membuat aku mengerti untuk apa tujuan hidup ini. Cahaya al-khoirot menerangi kegelapan hati, makanan al-khoirot membuat bibir penuh dzikir dan Udara al-khoirot mampu mengubah kegersangan hati menjadi taman yang dipenuhi bunga yang  berakarkandzikir, bertangkai sholawat dan berdaun kehijauan islam. 



Awal aku ada di al-khoirot dan kejujuran hati


     Terkadang hati terasa malu untuk mengungkap sebuah kebenaran yang aku alami selama dipesantren al-khorat. Selama ini aku adalah anak yang paling nakal diantara anak yang nakal,  bahkan saking nakal nya tiap hari aku selalu dimarahin guru. Aku tidak tau kenapa aku tidak pernah bisa menjadi seperti teman teman yang lain, padahal aku juga selalu berkeinginan menjadi orang yang bisa membahagiakan seorang guru, menjadi kebanggaan seorang guru. Tapi kenapa aku itu selalu kalah dengan nafsu…? Apa mungkin aku salah niat saat aku masukl kepesantren al-khoirat..? tapi kalau boleh jujur,,, memang saat aku menginjakkan kaki dibumi al-khoirot, sama sekali aku tidak pengen berada di pesantren karena aku tau betul betapa tidak enak nya berda di pesantren…


     Dulu aku masuk kebumi al-khoirot itu Karena orang tua aku sudah tidak bisa mencegah kenakalan yang ada dalam diri aku. Kemudian mereka mengirimku ditempat dimana kakak ku { nur ali wafa} menimba ilmu, pada awal nya aku tidak mau, tapi karena tipu muslihat yang kakak sodorkan keaku, akupun menjadi luluh kerena tipuan itu. Kakak ku selalu bilang kalau dipesantren itu enak, tidak seperti yang kamu bayang kan, dipesantren bisa main kesana kemari, dan kamu bisa tau dimana itu gondang legi {hehe dulu aku itu emang cek kepingine tau gondang legi, coale kalau dirumah mainnya keladang tetangga yang ada makanan nyadoang}.  Dan masih banyak lagi rayuan rayuan manis yang kakak bilang, padahal semua yang kakak katakan itu cuman gombal doang, buktinya pas aku dipesantren semuanya tidak seperti yang aku bayangkan. Kata kata kakak cuman pengen aku mau masuk kepesantren doang. Ya.. karena rayuan itu akupun luluh. Setelah aku luluh, barulah aku ditrasfer kepesantren al-khoirot. Tapi dalam hati aku sedikitpun tidak ada niatan ntuk mencari ilmu, aku kepesantren hanya ingin main main kegondang legi dan tempat tempat yang belum aku kunjungi. Eeee ternyata setelah ada dipesantren, aku hidup seperti orang tahanan, ini tidak boleh itu tidak boleh. Karena hidup bebasku tiba tiba berubah menjadi penjara akupun tiap hari nangis, bahkan tiap hari pipiku seakan tadak pernah kering oleh air mata, tapi lama kelamaan air mata ku kering juga, karna dihibur oleh temen temenku yang baru. Tapi sayang walau aku sudah bisa beradaptasi dengan kehidupan baru, rasa malasku tidak bisa hilang sampai sekarang. Bahkan dari sifat malasku itu, aku sampai tidak naik kelas dua kali, bisa dibayangkan rasa malas dan nakal yang ada dalam diriku sangat keterlaluan.


Indah nya kesadaran di tahun 2011

      Sekarang ditahun 2011 ini aku sedikit demi sedikit mulai sadar akan pengobanan orang tua aku, dan aku mulai bisa memahami semua kebohangn yang kakak buat,  biarpun tidak sadar seratus persen, paling tidak aku sudah mempunyia motifasi untuk kehidupanku selanjutnya. jujur kalau ingat lamanya aku berada dipesantren, kayak nya pingin nangis, karena ilmu yang aku dapatkan tidak sebanding dengan lamanya aku ada di bumi al-khoirot ini. bahkan aku sering bohong saat aku ditanya oleh seseorang tengtang berapa lama aku berada dipesantren, pasti aku jawab masih sekitar 2 tahunan.  Ternyata setelah aku bisa memahami sebenar nya untuk apa aku nyantri, kehidupan ku tersa lebih indah dari sebelum nya, bahkan rasa malas dalam dirku juga mulai berkurang, semua kesadaran itu sangat tersa dalam keseharianku selama ini, insya Alloh aku akan menjadi lebih baik dari yang sebelum nya, dan aku tidak mau jadi pecundang lagi dimata teman temanku.


Al-khoirot tidak pernah berubah


     Dari dulu sampai sekarang menurutku pesantren al-khoirot tidak pernah berubah, cuman karena kemajuan zaman progam pembelajaran ditambah, dan pastinya jika ada tambahan yang penting sudah seharusnya yang tidak terlalu penting harus diganti. Aku suka dengan progam baru yang ada di al khoirot ini, karena dengan cara pembelajaran baru ini aku lebih termotifasi untuk giat belajar. Yang lebih menarik  dalam bumi al-khoirot ini tidak hanya menekan santri untuk belajar formal, akan tetapi diniyah juga diwajibkan, bahkan mungkin lebih wajib diniyah dari pada formal, karena diniyah mengajarkan untuk membangun keluarga yang abadi di akhirat nanti.


    Mungkin hanya ini yang bisa aku ceritakan, karena selama dipesantren aku hanya makan dan tidur, jadi sedikit sekali  pengalaman di dalam pesantren.