senja sore itu membuat suasana pesantren penuh dengan cinta, semua teman-teman tertawa bahagai, bercanda dan bercerita. Akan tetapi dipojok asrama terlihat seorang gadis yang termenung sendiri, seakan dia telah menyesali sesuatu yang ada dalam dirinya. Bola matanya terlihat lembab, karena air matanya mengalir begitu deras dan membasahi pipinya yang putih kemerah merahan.
Fiana ( sahabat karib gadis itu ) yang melihat kejdian itu, mencoba menghampiri dan menanyakan apa masalah yang telah menimpanya, hingga membuat dia menangis. Dengan nada yang begitu lembut fiana bertanya kepada siti, { nama gadis yang menagis }mbak nopoo jenengan kok nanges...? jenengan ngada masalah ta mbak....? siti tidak menjwab pertanyaan fiana, dia terus menangis dan berlarut dalam lautan kesedihannya. Karena tidak ada jawaban, fiana mengulangi pertnyaa-nya. Mbak nopoo jenengan kok nanges...? jenengan ngada masalah nopo? Mbak monggo cerito teng kulo, mbak ingetkan dengan kata-katae embak, seng pernah embak cerita aken teng kulo. Berbagilah, karena dengan berbagi sesuatu yang berat bisa menjaidi ringan sesuatu yang sulit bisa menjadi mudah, baik itu dalam masalah maupun pekerjaan.
Mendengar kata-kata itu siti langsung memeluk fiana. Dan barulah siti bercerita tengtang masalah yang telah menimpanya. Dengan nada yang terbata-bata siti berkata.
Mbak ku,ku,ku,kulo nyesel ka,kaka,kale kulo ki,ki,kiambek mbak..!{ mbak aku menyesal dengan diriku sendiri}. Hus..!. jangn berbicara seperti itu ndak baik tau...! sahut fiana. Tapi kenyataannya memang seperti itu mbak....! siti menambah kata-katanya. Mbak siti .. memang kesalahan apa yang telah mbak siti lakukan..? setahu saya mbak adalah anak yang pintar dan penurut, jadi aku ndak percaya jika embah sampai melakukan kesalahan yang besar...! kata fiana, mencoba untuk menenangkan hati siti.
namun pada kenyataannya air mata siti seakan tidak bisa terbendung lagi. dia merasa kesalahan yang telah dia lakukan begitu besar dan tidak bisa diampuni.
Mbak.. sudalah jangan menanngisterus... sekarang mbak cerita, sebenarnya kesalahan apa yang telah embak lakuakn, mungkin aja aku bisa bantu....? fia bertanya kepada siti.
Tapi mbak aku takut mbak, menilai aku anak yang tidak berbakti...? sahut siti. mbak capa ci orang yang tidak pernah salah...? jawab fia.
Mbak fia ... dulu aku sama guruku mau dijodohkan dengan seseorang yang tidak pernah aku cintai, padahal lelaki itu adalah anak yang soleh dan berbakti kepada orang tua dan guru, dia juga anak yang cerdas dan pintar. Tapi aku menolaknya karena aku sudah mempunyai seseorang yang aku kira bisa menemaniku untuk melanjutkan dan menemani perjalanan hidupku. Tapi mbak setelah sekian lama aku tanam cinta ini, ternyata dia pergi dan meninggalku.
Terlihat air mata siti semakin deras mengalir dan membasahi pipinya yang putih kemerah-merahan. Kemudian siti melanjut ceritanya. Mbak andai aja aku tau akan dikecewakan dengan orang yang aku cintai, aku tidak akan pernah menolak perjodohan itu. Aku nyesel banget mbak.....!
mbak jangan menyesali sesuatu yang terjadi. Sahut fiana,Sambil menghapus air mata siti. Jadikan semua ini pelajaran buat kita agar tidak terjerumus kelubang yang menyakitkan itu, ingat mbak...! terkadang sesuatu yang kita ingnkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, sebenernya kejadian yang seperti itu, Alloh menginginkan kita agar bisa wawas diri dan tidak langsung bertindak dan memutuskan sesutu dengan tanpa berfikir. Mbak sudah ya.. jangan sedih lagi...! penyesalan itu harus, tapi tidak boleh berlebihan mbak... marilah buka lembaran baru untuk mencapai kehidupan yang bahagia.udah ya mabkku yang cuantik jangan nagis lagi ...! senyum dong.. biar cantik kayak aku... hehe..
kemudian, sitipun menghapus air matanya. Sambil tersenyum siti berkata, mbak makasih ya...!mulai hari ini aku berjanji, tidak akan memutuskan sesuatu tanpa berfikir, apalgi itu adalah pilihan guru...! karena tidak ada guru yang ingin melihat santrinya menderita.
Dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah. Bahwa guru selalu memilih yang terbaik buat kita. Bagi yang tidak mematuhi perintah guru, bersiaplah untuk menyesalinya. Ingat kemurkaan dan keridhoan Alloh itu ada pada orang tua kita. Sedangkan guru adalah orang tua yang paling berperan dalam mengajarkan kita dalam ilmu pengetahuan. Untuk itu berhati-hatilah ketika menyikapi perintah guru agar tidak menyesal dikemudian hari.
Jika dalam cerita ini ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita, kami mohon maaf yang sebasar besarnya. Karena cerita ini hanya fiktif belaka. Jadi kalau ada kesamaan yaa... ancen tak gae ngono.
