Minggu, 22 Januari 2012

Desaku Indah Tapi Awam

 Senja dipagi hari, sebening embun dipucuk daun yang menetes kebumi, cahaya surya berkilau dibalik awan putih, menembus kaca jendela, menghangatkan rumah yang bersatirkan enyaman banbu, cahaya membelah ruang kosong dikesuyian gubuk yang disinggahi tujuh orang. Indah nya panorama alam, mengelilingi gubuk bambu. Pada saat jendela dibuka seakan mata enggan berkedip melihat keindahan alam yang telah Alloh ciptakan.


         Sepercik kata syair diatas adalah sedikit gambaran tempat
dimana aku dilahirkan dan dibesarkan, sebuah desa yang jauh dari keramaian kota, bahkan bisa dibilang desaku tidak diakui negara. Walau begitu rasa sukur kepada Alloh tidak akan pernah putus, karena kehidupan yang serba alami membuat kehidupanku terasa aman dan tentram.
Udara yang ku hirup benar-benar sejuk tanpa ada polusi, bahkan jalannyapun masih sangat alami, jalan menuju rumahku hanya bertatakan batu putih, jika di pijak telapak kaki tanpa alas, akan terasa agak sakit. Tapi walaupun begitu, menurut ilmu kedokteran jalanku bisa menyehatkan jantung dan menyembuhkan reumatik lho,,,,!!


Orang-orang di desaku sangatlah ramah, dan rasa tolong-menolong mereka sangatlah besar, bahkan seandainya salah satu dari tetangga ada yang membangun sebuah rumah, itu bisa di selesaikan hanya dalam jangka satu bulan, tanpa harus mengeluarkan uang untuk membayar para pekerja. Rasa pengertian mereka sangatlah besar, keramahan merekan mungkin sama degan desa orang-orang yang berilmu. Hari-hari di desaku seakan tak pernah lepas  dari canda dan tawa.


Namun dibalik keramahan orang didesaku, sangat disayangkan orang-orang didesaku masih didominasi oleh orang awam, pendidikan agama meraka sangatlah kurang, acara rutinitas  keislamanpun hanya tahlilan malam jumat dan hataman Al Quran jumat legi. Tapi sekarang sudah agak mendingan, karna sekarang sudah ada tambhan pengajian yang diisi degan pengartian apa itu agama islam. Yang di pinpin oleh kakak aku sendiri, nama nya Nur Ali Wafa alumni pondok pesantren Al Khoirot. Dia pernah nyantri di Al Khoirit selama sembilan tahun lebih. Acara pengajian baru itu diadakan sebelum talilan malam jumat dimulai, Al Hamdulillah dari adanya pengajian itu orang-orang didesaku sudah lebih mengenal agama islam, dan bisa membedakan mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalakan.
Mungkin untuk saat ini didesaku masih tergolong orang-orang bodoh tapi dikemudian hari aku yakin mereka bisa berubah dan tidak menyia-nyiakan keindahan alam yang tela Alloh berikan. Aku yakin nanti mereka bisa menykurinya. Bagi yang membaca  fel ku, aku mohon dengan sangat untuk mendoakan usaha da’wah yang dilakukan mas ALI. Karena hanya dengan doa dan usaha keadan bisa dirubah.