Al-Quran ialah Kitabullah yang terakhir. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. Al-Quran merupakan senjata yang paling mujarab yang melimpah ruah, mata air yang tidak mungkin kering. Dan di dalamnya penuh dengan nur hidayah rahmat dan zikir.
Sebelum Al-Quran diturunkan ada banyak kitab suci yang diturunkan oleh Allah S.W.T kepada para Nabi dan para RosulNya. Akan tetapi, hanya ada empat {4} kitab yang termashur diantara kitab yang diturunkan Alloh. Yang pertama, kitab Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud a.s. Kedua kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa a.s. Ketiga kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa a.s. Dan yang keempat adalah kitab Al-Quran yang diturunkan kepada nabi Muhammad S.A.W
Sebelum Al-Quran diturunkan ada banyak kitab suci yang diturunkan oleh Allah S.W.T kepada para Nabi dan para RosulNya. Akan tetapi, hanya ada empat {4} kitab yang termashur diantara kitab yang diturunkan Alloh. Yang pertama, kitab Zabur yang diturunkan kepada nabi Daud a.s. Kedua kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa a.s. Ketiga kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa a.s. Dan yang keempat adalah kitab Al-Quran yang diturunkan kepada nabi Muhammad S.A.W
Al-quran adalah kitab yang paling mulia diantara kitab-kitab yang lain. Itu semua bisa dilihat dari penjagaan Alloh terhadap aya-ayat Al-quran.
Alloh telah berfirman : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr : 9).
Jadi ketka mau membaca Al-Quran, hendaklah menjaga adab-adab yang tertentu, yang layak di sisi tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Karena Al-Quran adalah kitab mulia yang harus kita hormati. Ada beberapa adab sebagai panduan, krtiaka membaca Al-Quran.
1. Hendaklah senantiasa suci pada zahir dan batin kerana membaca Al-Quran adalah zikir yang paling afdal (utama) dari segala zikir yang lain.
2. Hendaklah membaca di tempat yang suci dan bersih yang layak dengan kebesaran Yang Maha Agong dan ketinggian Al-Quranul Karim. Para Ulamak berpendapat sunat membaca Al-Quran di Masjid iaitu tempat yang bersih dan mulia di samping dapat menambah kelebihan pahala-pahala iktiqaf.
3. Hendaklah memakai pakaian yang bersih, suci, cantik dan kemas. Dan duduk dengan cara duduk yang sopan, dan ketika membaca Al-Quran, hendaklah mendahuluinya dengan taauwud dan diteruskan dengan basmalah.
4. Hendaklah membaca dengan Tartil (memelihara hukum Tajwid). Menepatkan keluarnya makhorijul huruf.
Bacaan tartil didalam Al-Quran sangatlah penting, karena ketika kita membaca surotul fatihah didalam sholat, suara sin diganti dengan suara syin atau sod, maka sholat itu hukum nya batal.
Jadi dengan adanya belajar tartil di pondok PP Al-Khoirot ini saya sangat senang. Kerena saya bisa mengetahui dimana letak makhorijul huruf dan bagaimana caranya mengeluarkan huruf itu. Saya yakin ini semua akan menjadi suatu kebanggaan bagi para asatid yang mengikuti progam tartil ini.
Tapi yang selalu menjadi kendala bagi para asatid adalah, sura yang kurang mendukung. Dari 100%, suara yang bagus mungkin hanya 5% saja, dan yang 95% suaranya rata-rata dan dibawah rata-rata. Kebanyakan dari suara mereka lebih dari kurang, seandainya mendaftar jadi pekori’ sudah bisa dipastiakan mereka ditolak mentah-mentah. Yang sangat saya sayangkan adalah, sampai sekarang ini saya dan teman-teman asatid yang lain belum menemukan jalan keluar untuk mengubah suara yang jelek menjadi suara yang bagus.
