Minggu, 22 Januari 2012

AHLAQ-KU

[165592_183722078324499_100000601242485_549445_4971870_n.jpg]

Pada awalnya ahlaq adalah perhitungan atau kelihatannya kadar etika yang dimiliki oleh setiap insan. Karena dari ahlaq rosul membangun agama islam, dan dari ahlaqul karimah rosul miliki, yang menarik orang-orang kafir untuk masuk dan merasakan manis nya islam. ahlaq adalah suatu pandangan manusia. Karena ahlaq sebuah ujian yang tiada selesainya, dan yang mengoreksi bukanlah satu atau dua orang, malainkan setiap kita dekat manusia maka kita akan dinilai dari tingkah laku yang kita perlihatkan. Jadi sangatlah penting setiap manusia mempunyai ahlaq yang baik. Karena ahlaq sangat berperan penting dalm menjaga kehormatan dan kemulyaan manusia.


Kapan anda mengenal ahlaq...?


     mungkin sejak saya kecil sudah mengenal ahlaq, tapi karena rasa wasaam masih belum tumbuh dihatiku, secara otomatis ahlaq mungkin buatku adalah hal yang tidaklah penting, maklum masih anak-anak. Saya bilang seperti ini kerena aq masih sangat ingat pesan orang tuaku saat aku berumur sekitar  enam {6} atau lima {5} tahunan. Ayah, Ibuku berkata, “ awas le cong, jek ngal benagal keoreng tua, ben jek ngal bengal keteretan setuaan, ben pesopan munbedeh iyedieh oreng tuah seh bedeh iyedieh kakeh”  { nak awas jangan sekali-kali kamu berani sama orang tua  dan kakak-kakakmu, dan jagalah tingkah lakumu jika kamu berada didekat orang yang lebih tua.} aku sangat ingat sekali pesan ini, karena dulu setiap hari sebelum orang tuaku berangkat kerja, pesan itu tidak pernah ketinggalan. Maklum orang tuaku sudah sangat faham dengan karakterku yang sangat beda dengan saudara kandungku yang lain. Tapi walaupun tiap pagi hari aku sarapan pasan orang tua, pasti cuman jadi pesan singkat saja, lewat kuping kanan keluar dari kuping kiri.


Kapan anda mengerti ahlaq...?


     Al-Khoirot adalah tempat dimana aku dibesarkan, dan Al-Khoirot adalah tempat dimana aku bisa memahami tujuan kehidupan ini. dan dipesantren yang aku singgahi inilah aku diajarkan bagai mana menjadi orang dewasa, menjadi orang yang mempunyai etika yang baik kepada diri sendiri maupun arang lain. Aku banyak mengerti cara bersopan santun itu karena  tiga hal. 

1.         1.  Karena didikan guru dan orang tua.


2.       2.    Kerena menilai sesuatu dari diri sendiri. { sadar jika itu menyakitkan buat kita pasti itu juga sakit buat orang lain.}


3.       3. Melihat kekanan dan kekiri.{ memahami mana yang baik dan mana yang buruk dari orang-orang yang berada disekitar kita }


      Tapi yang sangat disayangkan  dariku, adalah penerapan nya, karena selama ini mungkin ahlaq yang aku pakai hanya sebagian dari etika seorang santri, itu semua bisa dilihat ketika saya berkumpul dengan teman-teman, ketika aku berbicara pasti sokor jepplak { seenaknya mulut tidak peduli teman itu sakit hati atau tidak}.


Bagai mana menerapkan etika kepada santri dengan cara yang efektif....?


     Yang paling penting, untuk mengajar etiaka kepada santri jangan cuman jadi tong kosong saja. Tapi penerapan nya pada saat diluar jam pelajaran, yang sangat kurang bagi guru semacam saya ini adalah penerapan didepan santri. Bahkan mungkin penerapan ahlaq saya kalah dengan para santri.


Ahlaq santri tahun 2000 dengan sekarang


      Mungkin ahlaq santri tahun 2000 bisa dibilang unggul dari pada santri sekarang.  Jujur santri sekarang itu suka gengsi, itu bisa dilihat dari anak wustho 1 dan wustho 2 dan juga santri yang lain, ahlaq mereka itu kalah dengan rasa gengsi mereka, buktinya sampai sekarang santri santri itu  belum bisa memanggil guru yang baru lulus dengan sebutan ustad. Kalau ditahun 2000 sitap santri itu semuanya panggil pak ustad, baik jabatan ustad itu baru maupun lama. Tapi ada satu hal yang harus diunggulkan dari santri sekarang, Kalau santri dulu itu kebanyakan mokong, tapi kalau santri sekarang biarpun gengsi tapi manut.