Pada 5 september 2011, ferdi bartamu kerumah seorang gadis yang menjadi pujaan hati nya. Ferdi bermaksud untuk membicarakan tengtang hubungan yang meraka jalani selama dua tahun lebih, fierdi ingin menjalini sebuah ikatan yang bisa menyatukan mereka berdua untuk selamanya. Pas jam 09 , 30 ferdi kedatangan tamu yang tidak lain adalah temen ferdi yang bernama ma’sum. Teman ferdi yang akan mengantarkan nya kerumah aifa { gadis yang menjadi belahan jiwa ferdi}. tanpa berpikir lama ferdi langsung pamitan sama orang tuanya, kalau ferdi ingin silaturrohmi kerumah teman teman nya yang ada disekitar rumah ma’sum. Padahal tujuan ferdi yang sebenar nya adalah rumah aifa.
Setelah minta izin sama orang tua, ferdi sama ma’sum langsung tancap gas. Kemudian setelah menempuh perjalanan selama dua jam lebih ferdi dan ma’sum sampai juga kerumah aifa, mereka keliatan capek dan letih, maklum perjalanan menuju rumah aifa harus melewati tinggi nya gunung dan terjang nya jurang {naik turun} soal nya rumah aifa ada diatas gunung, bahkan kalau dirumah aifa liat bintang itu mata tidak melihat keatas akan tetapi melihat kebawah…hehehe… Tapi bagi ferdi itu adalah sebuah perjuangan untuk mendapatkan gadis yang sholihah. Ferdi selalu yakin bahwa setelah pahit pasti ada manis yang menunggu, asal semua yang dilakukan hanya karena Alloh.
Saat rasa capek dan haus mengeringkan tenggorokan meraka berdua, secara tidak sengaja ferdi melihat sekelibat bayangan seorang gadis disebelah kanan ferdi, yang tidak lain adalah aifa. Melihat bayangan itu rasa haus dan capek seakan hilang dari tenggorokan ferdi, rasa kangenkan bisa mengubah segalanya, apalagi kengen ferdi sama aifa sangtlah besar, maklum mereka tidak pernah bertemu, karena mereka berdua masih sama sama menimba ilmu dalam pesantren. Apalagi meraka juga sama sama mengerti akan peraturan agama islam. Akan tetapi rasa haus ma’sum harus diobati oleh segala es teh manis.. kacian ya ma’sum.. setelah ferdi berbincang bincang dengan keluarga aifa, kemudian ayah aifa memanggil aifa untuk keluar menemui ferdi, tidak lama kemudian wajah gadis yang ferdi kagumi akan kepribadian nya yang baik, muncul dari balik selambu berwarna hijau’ buat ferdi wajah ayu nya seakan mengubah panas nya matahari menjadi taman bunga. Lalu aifa duduk disamping kakak lelakinya {qosim}. Lucunya mereka berdua tidak ada yang berbicara, mereka hanya tertunduk karena malu. Melihat tingkah mereka berdua, ayah aifa dan keluaga yang lain termasuk ma’sum pergi meninggalkan mereka berdua. Barulah saat ditinggal mereka bisa saling lirik, dan kemudian ferdi memulai sebuah omongan,,,, dengan nada yang lembut dan penuh kasih sayang, ferdi berkata..! sayang… aku rasa hubungan tanpa ikatan ini sudah cukup lama kita jalani, aq takut jika hibungan ini terus seperti ini kita tidak dapat ridho dari Alloh, dan kemudian kita akan berpisah, apa pean tidak takut kehilanganku….?
Aifa : maksud kakak apa…?
Ferdi : sayang aku pengen hubungan kita menjadi hubungan yang diridhoi Alloh, aku pengen mengubah sesuatu yang haram menjadi halal, dan aku juga pengen diakui sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW.
Aifa : maksud kakak kita nikah…..?
Ferdi : ya seperti itulah kira kira…
Dengan nada yang has dari aifa, suaranya yang bisa memekarkan bunga yang sedang layau, aifa berkata…. Kak… aku mencintaimu Dengan tulus, jadi aku menyerahkan kehidupanku ini hanya untuk kakak, selama kakak ada dijalan yang benar dan tidak menyalahi apa yang telah ditetapkan oleh Alloh. Dan aku yakin bahwa keputusan kakak adalah yang terbaik buatku. Mendengar pernyataan itu ferdi memeluk aifa dengan penuh kasih sayang, akan tetapi saat ferdi terbuai dalam pelukan itu tiba tiba aifa berbisik ditelinga ferdi dan berkata.. kak… tolong lepaskan.. apa yang haram belum bisa halal cuman dengan sebuah pernyataanku ini, ingat kak,, setan itu ada dimana mana.. ferdipun tersentak dan melepaskan pelukan itu karena merasa berdosa dengan apa yang ferdi lakukan, kemudian ferdi tidak henti henti nya mengucap istihgfar, karena dosa yang telah dia lakukan.
Tidak lama kemudian ferdi mahon pamit untuk pulang, ingin cepat cepat memberi tahu kepada orang tuanya tengtang berita gembira yang dialami ferdi… bersambung