Minggu, 22 Januari 2012

Profil Ahmad Toni

Dalam setiap negara, pasti mempunyai seorang pemimpin yang mengatur dan menata kehidupan manusia. Jika di Negara Indonesia pemimpin rakyat itu dinamakan Presiden. Presiden adalah seorang pemimpin, yang menentukan kemajuan negara dan kemakmuran rakyat. Dalam kehidupan manusia pasti akan butuh pemimpin yang akan menjadi panutan dan yang bisa membantu ketika manusia berada dalam masalah.
Semua manusia adalah pemimpin, baik mereka hidup dikota maupun didesa. Cuman tugasnya saja yang berbeda. jika kita menjadi seorang suami maka tugas kita, adalah memimpin rumah tangga, yang menentukan kehidupan istri dan anak-anak nya. Siapun kita dan dimanapun kita berada kita tetap menjadi seorang pemimpin, walaupun yang dipinpin hanya hati kita sendiri. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban nya. Baik itu didunia maupun diakhirat. Semakin tinggi jabatan kita, semakin tinggi pula pertanggungan jawaban kita.


Dalam writingday sekarang ini aku akan menceritakan tengtang sebuah kisah perjalanan hidup seorang pemimpin yang berda dikota bantur. Dia adalah seorang alumni Pondok pesantren Al-Khoirot, yang bernama nur ali wafa, tak lian adalah kakak kandungku sendiri. Dia adalah seorang remaja yang dianggkat oleh masyarakat untuk memimpin dan mengajarkan agama islam. sebenarnya kakakku itu kurang pantes jika dia harus menjadi panutan orang-orang didesaku. Karena disamping tidak alim kakaku juga sering melakukan { melanggar } apa yang seharusnya tidak kakak lakukan.


 Contoh : ketika tahlil malam jumat, itu ada acara pengajian sulam taufiq sebelum acara tahlil dimulai. Terkadang kakakku bilang seperti ini “ berpacaran yang keluar dari syariat islam hukumnya haram”dan kata ini  “ menonton sesuatu yang berbuah maksiat adalah, tontonan yang diharamkan oleh Alloh sperti melihat orkes dan yang lainnya”  kakakku penah bilang seperti itu pada semua orang tapi kakak sendiri sering kali melakukan apa yang telah kakak larang sama ornag lain.


Akan tetapi walaupun seperti itu orng-orang didesaku banyak yang mengaguminya. karena orang didesaku sudah menyadri kalau ustad yang mereka miliki masih muda, jadi mereka tidakheran jikalau kakaku masih bertigkah laku seperti jiwa jiwa muda yang lain. Kakaku juga selalu meminta maaf jika perkataan nya tidak sesuai dengan tingkah laku yang kakak lakukan. 


Kakakku bilang gini “ bagi semua jamaah tahlil kuharap kalian bisa memafkan aku, karena  kelakuanku setap hari tidak sama dengan apa yang aku katakan kepada kalian. Kuharap kalian bisa memaklumi aku yang masih berjwa muda ini, yang sok menggurui kalian. Dan dengan nada penuh senyum kakaku meneruskan kata-katanya seperti ini. maaf saya tidak bisa berfikir dewasa karena saya belum mempunyai istri, jadi bagi anggota jamaah tahlil yang mempunyai anak perempuan silahkan yang mau didaftarkan biar saya cepat berfikir dewasa.”