Aku adalah cinta yang selalu
melayani dan dilayani
Aku adalah kehidupan yang tidak
menentukan segalanya
Seandainya aku telah mati mungkin
kah aku bertemu denganmu disana
Jika aku tenggelam dalam cinta,
mungkinkah cinta selalu
mendekapku erat lagi
Seumpama aku abadi dalam
kehidupan, hanyalah cinta yang
mampu membuatku bertahan
Ketika cinta, kehidupan, dan
kematian datang siapakah yang
mampu halangi
Aku hanya melihat jiwa-jiwa yang
menginginkan imbal balik
Semua itu selain untuk yang lebih,
hanyalah minim untuk yang survive
Tentang perlindungan yang
diperlukan seorang kekasih
Yang melindungi keadilan dalam hati
Seorang kekasih yang harus kita
lindungi dan temani
Bukalah luas hatimu untuk
menerima kebenaran yang ada
Mungkin waktu dan ruang
memisahkan kita
Tetapi cinta akan tetap menggema di
jiwa selamanya
Dan cinta tidak bisa dipaksakan pada
hari dan tempat
Cinta mungkin lebih kuat dari
kematian itu sendiri
Engkau tahu kenapa orang
melakukan sesuatu yang tidak kau
sukai?
Karena sudut pandang yang kita
sukai adalah sangat berbeda
Dan semesta raya ini tidak membela
apapun yang terjadi
Dari Adam dan Hawa, sebagai
lambang manusia dan cinta
Telah banyak cerita yang bermotif
sama
Tentang obsesi, keinginan dan
sekedar bertahannya manusia
Manusia menggunakan akal pikiran
dan tenaganya
Seperti sekarang mungkin ini semua
tidak berarti
Namun di saat yang lain ini
merupakan makna dari semuanya
Yang selalu ada pada masa-masa itu
Atau akan hilang begitu saja ditelan
waktu
Biarlah aku sebagai hampa kinala
{jangan hampa, tapi isi dengan
Islam}
Yang menggemakan seluruh isi hati
Adam
Biarlah aku sebagai hampa kinala
Yang selalu memberi ruangan
seluruh jiwa Hawa
Meskipun tidak bisa berbuat apa-apa
Hanya hampa dan luas
membentang di setiap hati
Tugasku bukanlah membuat
peraturan karena itu tak perlu
Tugasku hanya mengingatkan
mengenai pilihan yang tercipta
Yang masih bisa dipilih atau tidak
Aku sangatlah dingin dalam
mengingatkan
Aku adalah kematian dari hari dan
jiwa
Sehingga menyelimutimu dengan
kehidupan kosong {Isilah dengan
Cahaya}
Aku adalah cinta dari waktu yang
hilang
Yang mencoba menghangatkan
kehampaanmu
Biarlah diriku yang tak nampak ini
hadir
Dan mencoba melayanimu oh
kekasihku
Aku mati, sangatlah mati terpaku di
kuburku {kau hidup}
Namun rohku masih mencoba tetap
memberikan sayap
Sayap untuk Adam dan Hawa baru
Sayap untuk membisikan
kenikmatan kesadaran
Melalui tanda-tanda yang
bersemayam dalam remang
Dan hanya melalui api keyakinan
tanda itu nyata
Bila sekarang engkau terbakar dalam
neraka kehidupan
Engkau bisa terus terbakar hingga
menjadi abu
Atau engkau berusaha untuk
mendapatkan surga yang menjadi
hakmu juga
Permasalahannya bagaimana
caranya?
Aku mati, dan tidak ada cara kecuali
berusahalah…..
Kebahagiaan tidak berarti senyum
dan tawa
Kebahagiaan adalah kepuasan yang
kita tahu alasannya
Penderitaan tidak berarti tangis dan
kesedihan
Penderitaan adalah kekecewaan
yang kita mengerti sebabnya
Karena saya sangat mencintai
posisiku di hutan ini
Aku membangun benteng untuk
berlindung dari musuhku
Bangunan yang terbuka untuk setiap
orang yang bersahabat
Di antara kabut hutan yang tebal
Aku duduk merenungi Adam dan
Hawa dalam perjalanan waktu
Adam menangisi perpisahannya
dengan Hawa
Akupun sedih melihat dirimu
menjauhi bangunanku
Atas nama biologi cinta adalah
seonggok reaksi kimia dari hormon
Yang membuat makhluk hidup
berupaya untuk menghasilkan
keturunan
Dan akan begitu terus diwariskan
secara generasi ke generasi
Demi kehidupan demi kesadaran
akan keabadian
Namun buat apa itu semua?
Jawabannya adalah berada pada
muasal segalanya diawal masa
{Hikmah disisi Alloh sang pencipta
segala yang ada ini}
Dari kemungkinan yang tak terbatas
manusia berusaha menemukan
kebenaran
Kebenaran atas pertanyaannya
sendiri selamanya
Dengan imagenasi dan logika
menapaki sang waktu yang
terbentang {Petunjuk Alloh lah yang
akan menyelamatkanmu}
Apakah benar pada intinya
segalanya tak berawal dan berakhir?
{semua ada awal dan akhir kecuali
Alloh dan apa yang dikehendakiNya}
Seperti sifat ada yang dimiliki tuhan
selama ini, ada selamanya
Sebagai manusia apakah yang
engkau lakukan seandainya engkau
sang “ Ada “ ?
{Kita tetap saja manusia makhluk
ciptaan Alloh, tidak akan pernah
lebih dari pada itu yang akan mati
sampai waktu yang telah
ditentukanNya}
Dan apa yang akan kamu rasakan
serta sudut pandangmu atas segala
hal
Apakah semua akan dipenuhi
ketakterbatasan dan tetap tak
terdefinisi {tersesatlah kau}
Dan apakah semua akan dipenuhi
kemungkinan dan tetap mungkin
terjadi
Yang ada itu adalah kematian itu
sendiri {kehidupan juga ada, dan
hal-hal ghoib}
Yang ada itu adalah tidak ada itu
sendiri. {yang ada itu ada, yang
tidak itu tidak}
Hawa dan Adam adalah simbol
batasan sesuatu {mereka memang
ada}
Dimana semua teknologi di masa
apapun tidak bisa menandingi
Dimana semua perjalanan waktu itu
tidak bernama
Makna dari segalanya adalah definisi
dan kesadaran kita {Allohlah yang
lebih tahu mengenai segalanya, ada
hal yang diberitahukanNya ada hal
yang pengetahuannya hanya pada
sisiNya}
Melalui bisikan alam aku membisikan
bisikanku kembali
Pikiran adalah subjek dan lainnya
adalah objek {Pikiran manusia
adalah lemah, perlunya manusia
untuk berpedoman pada petunjuk
Alloh}